kEGIATAN

Kamis, 27 Maret 2014

Meingkatkan daya Ingat dan Konsentrasi

Cara Meningkatkan Daya Ingat Dan Konsentrasi Ketika Anda belajar bagaimana untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi Anda, pastikan Anda melakukan sesuatu yang Anda senangi. Langkah pertama Anda harus melihat ke dalam teknik yang akan menarik minat Anda secara pribadi. Bahkan latihan ini akan melatih Anda untuk berkonsentrasi dan fokus pada tugas mental yang akan meningkatkan daya ingat Anda. Memori Anda adalah salah satu hadiah paling berharga yang Anda miliki. Anda sendiri bertanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan memori Anda. Semakin banyak yang Anda lakukan untuk meningkatkan daya ingat Anda, semakin lama akan melayani Anda. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan daya ingat Anda. Berikut adalah beberapa cara untuk Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi Anda: Tidur yang Cukup: Tidur yang cukup sangat penting untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, Ada banyak penelitian yang dilakukan untuk mendokumentasikan efek dari kurang tidur pada daya ingat. Dalam upaya untuk menghindari statistik membosankan saya hanya akan meringkas hasil dan kesimpulannya. Orang-orang yang memiliki tidur malam yang nyenyak bisa dengan mudah mengingat informasi yang bertentangan dengan kelompok-kelompok yang kurang tidur. Pengulangan: Dengan mengulang ulang kata, akan lebih mudah masuk dalam ingatan Anda, Bahkan Anda dapat mengubahnya menjadi sebuah permainan meningkatkan daya ingat untuk setiap topik yang ingin Anda ingat lebih baik. pengulangan adalah cara yang bagus untuk meningkatkan daya ingat dalam jangka waktu panjang, Jika Anda mengulang kata-kata tertentu akan lebih mudah masuk kedalam pikiran Anda, Anda akan mengunci ke dalam ingatan dalam jangka panjang Anda. Pastikan bahwa Anda membayangkan setiap kata dalam rangka untuk memperkuat ingatan dari setiap kata. Olahraga: Olahraga yang teratur seperti berjalan kaki atau melibatkan otot-otot Anda dalam kegiatan fisik akan meningkatkan jumlah oksigen ke otak Anda yang akan meningkatkan kemampuan dalam mengingat. Selain semua manfaat untuk memori, Anda juga akan semakin kuat dan sehat. Itulah beberapa cara untuk Meningkatkan Daya ingat dan Konsentrasi, Dalam artikel ini saya berbicara tentang metode yang paling sederhana untuk meningkatkan daya ingat, ada puluhan cara agar meningkatkan dan memelihara memori Anda.

Meningkatkakn Motivasi belajar

Ada beberapa Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak dalam kegiatan belajar di sekolah, misalnya saja seperti yang diungkapkan A.M. Sardiman (2005:92-94), yaitu :
Cara Meningkatkan Motivasi Belajar 1. Memberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja. 2. Hadiah Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa. 3. Kompetisi Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik. 4. Ego-involvement Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi. 5. Memberi Ulangan Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka. 6. Mengetahui Hasil Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya. 7. Pujian Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri. 8. Hukuman Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut. Hal senada juga diungkapkan oleh Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi siswa dapat ditumbuhkan melalui beberapa cara yaitu: a) Menjelaskan tujuan kepada peserta didik. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. b) Hadiah. Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. c) Saingan/kompetisi. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. d) Pujian. Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi. e) Hukuman. Cara meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. Hukuman akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel, mengarang dan lain sebagainya. f) Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Selain itu, guru juga dapat membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah dimengerti siswa. g) Membentuk kebiasaan belajar yang baik. Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar. h) Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun kelompok. Membantu kesulitan peserta didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya. Dalam proses belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk mennyampaikan materi kepada para siswa. Metode yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk mencatat dan mempelajari materi yang telah disampaikan.. i) Menggunakan metode yang bervariasi. Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang variasi. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa. j) Menggunakan media pembelajaran yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

5 Tips Meningkatkan Motivasi Belajar

Saat kembali ke ruang kelas Adik, tapi adik adik masih tidak bisa mendapatkan diri Anda termotivasi untuk membaca buku dan mendengarkan guru Anda saat memberi pelajaran? Apakah ujian besar datang tapi Anda tidak termotivasi untuk belajar? Apakah Anda berjuang untuk menemukan motivasi belajar Anda? Nah! Anda tidak sendirian dalam merasakan hal ini. Tidak masalah jika Anda adalah siswa di sekolah atau orang dewasa yang mencari pengetahuan baru, setiap orang dari kita telah mengalami kurangnya motivasi untuk belajar. Hal itu di karenakan semakin banyaknya hal-hal yang membuat motivasi belajar berkurang. Untungnya di sini saya akan memberikan tips-tips yang sederhana tetapi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar Anda, siapapun dapat meningkatkan motivasi belajar. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang dapat meningkatkan motivasi untuk belajar Anda. 1. Mengatur jadwal Belajar. Mengatur jadwal belajar dalam sehari-hari. Ada baiknya Anda merencanakan Belajar di hari sebelumnya. Mengatur waktu khusus untuk belajar, dan waktu untuk bermain atau bersantai. Dengan cara ini, Anda tidak akan khawatir tentang hilangnya waktu belajar, bersantai dan waktu bermain Anda. sekarang ini mungkin Anda belajar dengan keras, tetapi Anda tahu suatu saat nanti Anda akan menikmati hasil kerja keras Anda sendiri. Jadi cara ini akan membuat Anda fokus pada belajar di masa sekarang untuk mencapai kesuksesan di masa depan. 2. Fokus lima menit. Bagian tersulit dari melakukan sesuatu yang positif adalah saat memulainya. karena di bagian itu Anda akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang menurut diri Anda lebih menyenangkan. tetapi sebenarnya hal-hal itu tidak ada manfaatnya bagi diri Anda. Untuk memotivasi diri Anda untuk memulai, berikut ini adalah ide yang sangat efektif yang dapat Anda lakukan: Anda hanya harus bayangkan bahwa Anda hanya berencana untuk belajar selama 5 menit saja, hanya 5 menit. Katakan pada diri Anda bahwa Anda akan belajar serius selama 5 menit kemudian Anda akan berhenti setelah 5 menit. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah untuk memulai belajar. Biasanya, apa yang terjadi setelah 5 menit sudah habis, Anda akan menjadi baik dan Anda akan termotivasi untuk belajar lagi dan lagi. Kuncinya di sini adalah Anda harus memastikan bahwa diwaktu 5 menit itu Anda harus benar-benar 100% fokus belajar. 3. Stop/Start di bagian menarik. Ketika Anda harus berhenti untuk istirahat, seperti makan atau kegiatan lainnya, Anda harus berencana untuk berhenti ketika Anda berada di bagian yang menarik dari subjek. Bagian-bagian yang Anda temukan lebih menarik dan menyenangkan. Hal ini dimaksudkan agar Anda merasa tertarik dengan apa yang Anda pelajari dan akan membuat diri Anda penasaran, karena di pengaruhi rasa penasaran saat belajar, hal itu akan membuat diri Anda jauh lebih mudah untuk kembali belajar karena Anda akan kembali di bagian yang menyenangkan. 4. Singkirkan/menjauh dari gangguan. Bila Anda punya TV, Hendphone, Komputer, tempat tidur, majalah dll, yang berada di sekitar Anda, maka Anda akan mudah tergoda untuk membuang buku Anda. hal ini dikarenakan diri Anda lebih tertarik pada hal-hal tersebut. Anda harus menghindari hal-hal tersebut saat Anda akan memulai belajar. dengan menghindari hal itu maka Anda akan lebih mudah fokus pada apa yang sedang Anda pelajari. 5. Tetapkan Tujuan Anda harus mempunyai tujuan, Ketika ada target untuk bertujuan, Anda akan lebih termotivasi untuk bangkit dalam menghadapi tantangan dan akan mendorong motivasi Anda untuk mencapainya. Itulah sebabnya menetapkan tujuan akan meningkatkan tingkat motivasi Anda. Rasa puas yang Anda dapatkan dari pencapaian tujuan juga merupakan penguat keyakinan Anda. tetap fokus ke tujuan Anda, untuk Mencapai apa yang Anda harapkan.

Rabu, 26 Maret 2014

Dampak Balap Liar

Remaja sekarang ini lebih menuruti ego nya daripada keselamatan dirinya, sekarang ini banyak dijumpai anak muda sekolah dari SMP sampai SMA melakukan kegiatan balapan liar sepeda motor, kegiatan ini bisa dibilang sebagai hobby oleh mereka, penuh tantangan dan sportifitas yang mereka rasakan. Tidak jarang dari kegiatan yang mereka lakukan ini berawal dari rasa iseng atau persaingan untuk memperoleh sesuatu hal, mengadu kecepatan motor yang dimilikinya, berubut pacar atau uang yang dipertaruhkan sebagai tujuan dari kegiatan lomba liar ini. Usia muda yang belum sampai berpikir dua kali akan sebab dan akibatnya jika terjadi pada diri mereka. Sebelum melakukan lomba balapan liar sepeda motor, mereka terlebih dahulu mengadakan perjanjian untuk melakukan di suatu tempat, setelah itu mereka mempersiapkan dan memperbaiki kendaraannya, menambah dan memodifikasi motornya agar kiranya bisa berjalan secepat kancil atau kuda liar dalam balapan liar yang mereka lakukan. Balapan liar sering dilakukan di tempat atau jalan yang kira nya sepi dan bagus untuk digunakan sebagai arena balapan liar, mereka melakukan nya biasanya malam jum'at tengah malam atau jalan sudah sepi, pada jam jam ini mereka berkumpul dan memulai atraksinya disepanjang jalan yang mereka anggap aman dari kejaran patroli polisi. Bahkan jika terdapat patroli polisi mereka semakin tertantang untuk mencari dan berpindah untuk mencari tempat lainnya untuk dijadikan arena perlombaan balapan liar. Balapan liar ini sesungguhnya sangat beresiko jika dilakukan di tempat umum bukan ditempat atau sarana balapan yang telah di sediakan. Tidak jarang nyawa menjadi taruhannya, bahkan masa depan menjadi taruhannya, karena dari aktifitas balapan liar ini kebanyakan terjadi kecelakaan yang berujung pada terkurasnya uang keluarga untuk pengobatan, serta kematian atau cacat fisik, entah itu gegar otak, patah tulang hingga amputasi anggota tubuh. Wah wah wah…. Terus kenapa ya, balapan liar disana-sini masih terjadi? Ya mungkin mereka semua melakukannya hanya mengedepankan ego atau darah muda yang selalu ingin mendapatkan sanjungan dan penghargaan dari teman pergaulannya. Jika mereka ingin melakukan balapan liar yang aman dan dapat memberi prestasi bagi dirinya, mereka bisa mengikuti even lomba resmi, dengan begitu kita bisa lebih berprestasi bahkan bisa menunjang masa depan dan bangsa dimata dunia internasional. Rasa bangga menjadi atlit berprestasi di bidang balap motor menjadi kekayaan yang tiada ternilai. Peranan orang tua sangat diperlukan agar anaknya tidak mengikuti balapan liar adalah dengan mengarahkan si anak agar bisa lebih menghormati dan menghargai dirinya sendiri, menggunakan fasilitas umum seperti halnya jalan sebaik mungkin, pengendalian akan diri si anak lebih penting, jika memang si anak memiliki bakat dalam adu balap inilah saatnya orang tua bisa memberi arahan dan mengikutsertakan pada kegiatan lomba balapan yang resmi dengan mengikuti klub balap sepeda motor dekat tempat anda tinggal. Semoga dengan tulisan saya ini bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi anda atau anak anda mengenai dampak buruk kenakalan remaja “balapan liar” yang dilakukan oleh generasi muda di perdesaan yang sarat dengan segala hal yang baru dan mempengaruhi tumbuh kembang anak anda untuk masa depan nya. Inti dari posting saya kali ini adalah kita bisa menempatkan bakat kita pada tempat yang telah disediakan dan tidak menganggu kepentingan bersama atau orang lain. Aktualisasi diri gak harus ilegal karena yang legal juga banyak.

Tips dan Trik menghadapi kecemasan Ujian Nasional

Tips dan Trik Sukses Ujian Nasional 2014 - Bagi adik - adikku SMP dan SMA sebentar lagi akan menghadapi ujian penentu masa depan yaitu Ujian Nasional 2014. Bagi adik - adikku jangan khawatir dalam menghadapi Ujian Nasional, jangan sampai kita stress hanya memikirkan Ujian Nasioonal saja. Nah, berikut saya akan share pengalaman saya dalam menghadapi Ujian Nasional kepada adik - adik. Semoga pengalaman saya ini dapat membantu adik - adik semuanya. Tips dan Trik Sukses Ujian Nasional 2014 Berdoa Berdua merupakan kunci sukses dalam menghadapi segala ujian. Ingat kuasa kita terbatas tapi kuasa Tuhan tidak terbatas. Belajar Belajar ? wah, kalo kita bicara soal ini saya yakin hampir 80% dari adik - adik semua tidak suka dengan yang namanya belajar. Hal ini pun sama deperti saya yang memang kurang suka dengan apa yang namanya belajar. Tapi jangan salah, saya bukannya tidak suka belajar tapi saya tidak suka cara belajarnya apabila belajar sampai larut malam tanpa peduli waktu dan belajar yang sangat keras sekali. So adik-adik, jika saya suruh milih Hard Study or Smart Study ? adik-adik pilih mana. Saya berani menjamin adik-adik pasti 50%lebih memilih Smart Study. Walaupun hal itu lebih baik dari Hars Study tapi taukah adik-adik jika pilihan itu juga salah. Dan pilihan terbaik adalah "Hard Study with Smart Way" dan sampai sekarang prinsip itu saya pegan terus. Dan prinsip ini sendiri saya dapatkan setelah mengikuti seminar dengan Bp. Helmy Yahya. Jadi, adik-adik ingat dalam belajar tidak perlu belajar keras sampai larut malam, tapi adik-adik cukup belajar tapi diwaktu yang efisien dan efektif seperti pagi hari setelah bangun tidur ataupun setelah pulang sekolah. Bermain Apa bermain ? Mungkin pertanyaan itu akan timbul dibenak adik-adik semuanya :v. Tapi jangan salah bermain itu juga merupakan kebutuhan manusia lho. Adik-adik semuanya jangan terlalu memikirkan ujian nasional sehingga belajar dan belajar. Ingat dek, otak kita terbatas. So, bermain adalah salah satu cara agar otak kita fresh. Jangan percaya 100% terhadap kunci jawaban Saya sendiri tak memungkiri jika kunci jawaban itu bagus, Tapi taukah adik-adik jika otak adik-adik semua lebih bagus bahkan hebat. Jadi ingat dek, jangan pernah sekali kali percaya 100% dengan kunci jawaban percayalah 100% pada otak adik - adik semua. Ingat saya bilang 100%, jadi 20% tidak apa apa hehehe #justkid Persiapkan mental Mental merupakan salah satu faktor penting juga, jangan sampai kita sakit, kondisi down, atau apalah itu saat menjelang Ujian Nasional. Biasanya kondisi seperti itu bukan karena fisik yang lemah tapi MENTAL yang lemah. Ok, mungkin sekian Tips dan Trik Sukses Ujian Nasional 2014 semoga dapat membantu adik-adik. Jika ada masalah atau sekedar ingin bertanya silahkan komentar atau add FB saya dik. - See more at: Moh Misbahuddin

Menjelang Ujian Nasional

Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar ujian nasional (UN). Kemendikbud menggelar UN untuk mengukur standar nasional dengan komposisi 60:40 (UN:nilai sekolah). Jadwal UN tahun pelajaran 2013/2014 untuk tingkat SMA/MA, SMK/MAK, dan SMALB dilaksanakan pada 14-16 April 2014. Untuk UN SMP, MTs, dan SMPLB dilaksanakan pada tanggal 5-8 Mei 2014.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim pada penutupan Konvensi UN di Kemendikbud, Jakarta, tengah tahun silam, mengatakan, harus ada ujian yang mengukur standar nasional. Menurut dia, perlu ada ujian yang mengukur kompetensi peserta didik pada akhir masa belajar di satuan pendidikan. "Akhirnya kita sepakat, tahun depan tetap melaksanakan ujian nasional dengan komposisi (UN:nilai sekolah) 60:40," ujar Musliar. Musliar mengatakan, komposisi untuk menentukan nilai akhir ini masih sama dengan penyelenggaraan UN pada tahun ini. Pada tahun-tahun ke depan, lanjut dia, baik nilai ujian sekolah maupun nilai UN, keduanya akan menentukan kelulusan peserta didik masing-masing dengan komposisi 100 persen. Informasi lebih lanjut tentang UN 2014 dapat dilihat pada laman http://bsnp-indonesia.org/id.

Selasa, 25 Maret 2014

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru 2014-2015

A. Selayang Pandang Dalam usia yang matang MTs Al Karimi menyelenggarakan pendidikan yang berkwalitas, terjangkau, dengan mengutamakan mutu, layanan maupun proses pembelajaran sehingga lulusannya memiliki kopetensi yang terukur sesuai dengan yang diharapkan . MTs Al karimi 1 pada tahun ajaran ini lebih memaksimalkan program unggulan fuul day school dengan proses pembelajaran yang lebih itensif dikemas dalam system akademik progresif yang dapat merangkum kurikulum nasional berbasis pesantren ditunjang dengan muatan lokal propektif sebagai wujud madrasah standart internasional (MBI) yang tetap memahami kebutuhan siswa sebagai subjek pembelajaran dengan tetap mempertimbangkan batas kemampuan pembiayaan peserta didik yang tetap menginginkan pendidikan berkwalitas dengan biaya terjangkau. B. Keunggulan Mts Al arimi 1 1. Madrasah berbasis pesantren Kurikulum, proses pembelajaran dan evaluasi merupakan perpaduan anatara pendidikan nasional dan sistem pendidikan pesantren yang diorientasikan para lulusannya memiliki keilmuan islami aplikatif dengan tindak keseharian akhlakul karimah, serta memiliki kemampuan pengetahuan umum praktif dan progresif. 2. Pembelajaran fuul day Pembelajaran fuul day school berbasis IT dengan pemanfaatan fasilitas audio vidio disetiap kelasnya serta jaringan internet yang mengedepankan kenyamanan belajar serta ditunjang berbagai fasilitas lain diantaranya perpustakaan, lapangan, lab bahasa, lab Komputer, Biologi, fisika berbasis IT. 3. Disediakan wadah untuk berkreasi sesuai dengan minat dan bakat peserta didik melalui ekstra dan intra madrasah yang sudah terlaksana bertahun tahun dan terbukti memberikan bekal kepada alumni untuk kehidupan bermasyarakat dan tidak sedikit yang berprestasi baik tingkat regional maupun nasional C. Program pengembangan Progresif 1. Aplikasi full day school dengan itensitas KBM menyenangkan dan optimal 2. Belajar dalam suasana nyaman berbasis karakteristik peserta didik dalam pengelolaan kelas 3. Eksplorasi potensi kognitif dan psikomotorik dengan target prestasi di setiap kompetisi 4. Mengoptimalkan fasilitas IT terbaru dalam pengelolaan KBM 5. Ketersediaan tenaga handan dan terlatih secara periodik 6. Garansi standarisasi prestasi peserta didik dalam setiap jenjang 7. Sistem evaluasi belajar secara digital 8. Pembelajaran materi keagamaan dengan pembiasaan yang menyenangkan 9. Menciptakan hubungan harmonis antara pemangku madrasah, wali siswa dan masyarakat 10. Bekerja sama dengan LPMP Asa Bangsa untuk pendampingan KBM D. Prestasi MTs Al Karimi 1 1. Juara 1 olympiade bahasa inggris ELWi Course 2012 2. Juara 1 olympiade bahasa Inggris SeJawa timur di Unisda Lamongan 2012 3. Juara 3 Seni nasyid Se Kemenag kab Gresik 2013 4. Juara 2 pidato bahasa inggris Kemenag Gresik 2013 5. Juara MTQ se Kemenag Gresik 2013 6. Juara 3 bulutangkis tunggal putri porseni Gresik 2013 7. Juara 3 tolak peluru Porseni Kab Gresik 2013 8. Nominasi 1 olympiade Sains LP Ma’arif Gresik 2013 9. Atlit tolak peluru Gresik tingkat Jatim 2013 10. Juara 2 putra Perkemahan besar Kwaran Dukun 2013 11. Juara 1 putri perkemahan besar Kwaran Dukun 2013 12. Juara 1 fiele comander Jatim KDS Malang 2013 13. Juara 1 playpass Drum Band Jatim KDS Malang 2013 14. Juara 1 clour guard Jatim KDS Malang 2013 15. Juara Umum Playpass Drum Band Se Jatim 2013 16. Juara 3 sektor baris PDBI Pemuda cup 2013 17. Juara 3 aransemen musik PDBI Pemuda Cup 2013 18. Juara 3 Pemuda Cup PDBI Se Jatim 2013 19. Juara 3 olympiade Bahasa Inggris di Unisda Se Jatim 2014 20. Nominasi E. Ektrakurikuler 1. Pramuka 2. Qosidah rebana 3. Drum band 4. KIR 5. Olah Raga Prestasi 6. Sholawat Albanjari 7. MTQ 8. Tsaka English Course 9. Computer Study Club. F. Intra kurikuler 1. Pembinaan Olympiade Sains 2. Pembinaan Olympiade Bahasa 3. Pembinaan Ilympiade TIK G. Fasilitas 1. Gedung miliki sendiri 2. Lab Bahasa, Lab Komputer, Lab IPA 3. Lapangan olah raga 4. Asrama 5. Masjid dan Mushola 6. Kantin 7. Jaringan Wifi 8. Ruang BK 9. Kamar kecil siswa dan guru. H. Misi dan visi 1. Melaksanakan ibadah harian secara aktif , benar dan tertip 2. Menumbuhkembangkan perilaku akhlakul karimah dilingkungan masyarakat 3. Membudayakan sikapperilaku pesantren sesuai dengan ajaran ahlusunah waljama’ah 4. Melaksanakan pembelajaran dan penilaian efektif dan efisien sesuai denga perencanaan kurikulum 5. Merealisasikan kegiatan ekstra yang mencakup perkembangan kopetensi 6. Mengoptimalkan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai 7. Mewujudkan hubungan yang harmonis antar sivitas MTs Al Karimi 1 I. Alumi Alumini MTs Al Karimi 1 2012-2013 diterima di sekolah negeri, swasta dan madrasah bertaraf internasioal diantaranya : SMA Al Karimi MA Al Karimi SMAN 1 Sidayu SMA Asa’adah Bungah Gresik MA Asa’adah Bungah Gresik MAN 1 Gresik MAN 1 Lamongan MA unggulan Amanatul Umah surabaya SMK Perkapalan TNI AL Surabaya SMK 1 Cerme SMK 1 Sidayu SMK 1 Driyorejo SMK idhotun Nasi’in SMK 1 Karangeneng MA Akselerasi Amanatul Umah Mojokerto MA Akselerasi Matholi’ul Anwar SMA Hidayatus Salam SMA 45 Jakarta MA Arraudho Depok. MA Unggulan Amanatul Umma MA Bertaraf Internesiaonal Amanatul Umah SMA Insan Cedekia Jakartta

Remaja Masuk Sekolah

Di usia 10-12 tahun, Anda akan melihat banyak perubahan besar pada anak dalam hal kemandirian, hanya saja, perubahan kali ini akan berbeda. "Hormon remaja mulai ‘bereaksi’ dan memberi sinyal pada alam bawah sadarnya bahwa pasangan masa depannya akan ia temukan di luar rumah ?dalam kelompok sebayanya? dan bukan di ruang tamu di dalam rumahnya. Itu sebabnya, ia tidak lagi merasa perlu untuk memberitahu semua hal pada Anda seperti yang ia lakukan dulu saat kecil, ketika hidupnya masih amat bergantung pada Anda," kata Annie Fox, penulis serial Middle School Confidential. Simak tip di bawah ini yang mungkin bisa Anda coba untuk membuat remaja Anda mau bicara: 1. Buat rutinitas Bicaralah pada anak Anda secara teratur (tentang apa pun). Dengan begitu, ia akan merasa selalu punya waktu untuk berkomunikasi dengan Anda. Ciptakan rutinitas ngobrol di sore hari sambil mengajak anjing peliharaannya berjalan-jalan, atau setelah makan malam sambil nonton televisi. Menciptakan momen yang baik untuk bicara akan membuat komunikasi Anda berdua mengalir lancar karena tidak terkesan dipaksakan. 2. Lakukan di dalam mobil Anak-anak lebih mudah merespon saat ia berada di dalam mobil (dengan posisi Anda sedang menyetir!) karena mereka tidak harus berhadapan muka dengan Anda. Ambil kesempatan ini untuk mengajaknya bicara. Ajukan pertanyaan spesifik namun terbuka, seperti "Apa saja kejadian hari ini yang ingin kamu ceritakan pada mama?", atau "Kenapa, sih, kamu suka sekali pergi dengan Jeremy?" Jika yang Anda dapatkan hanyalah tatapan kosong dari si remaja Anda, tunggulah sejenak. Jika diberi ruang untuk bernapas sejenak, ia biasanya akan mulai bicara. 3. Lakukan lewat permainan Bermain membuat anak merasa nyaman karena ia merasa fokus pembicaraan tidak tertuju padanya. Saat makan malam, misalnya, lakukan permainan atau kegiatan di mana setiap anggota keluarga harus mengatakan sesuatu yang baik (dan tidak baik, tentu saja!) yang terjadi hari itu. Atau ide lainnya, tuliskan beberapa pertanyaan di kertas, seperti “Hal apa yang paling mengganggumu?” Minta anak Anda mengambil satu buah kertas, dan minta ia untuk menjawab pertanyaan yang tertulis di kertas tersebut. 4. Ajukan banyak pertanyaan Ini bukan sekedar pertanyaan sederhana atau basa-basi, tetapi untuk menunjukkan pada dirinya cara berkomunikasi dua arah yang baik. Anda juga tak perlu sungkan memintanya untuk bertanya tentang hal-hal yang terjadi pada diri Anda hari ini. Hal ini akan mengajarkannya empati dan membuatnya lebih dekat pada Anda, dan mungkin yang lainnya. 5. Tak mudah memberi saran Diskusi Anda dan si remaja akan segera berakhir ketika Anda mulai pada kalimat "Ketika mama seusiamu…" Nah, cobalah menahan diri untuk tidak memberikan saran kecuali jika ia memintanya. Ketika Anda tergoda untuk memberinya saran, coba ingat-ingat kembali sudah berapa kali Anda menyampaikan saran itu. Dua kali? Kalau begitu, jangan ulangi lagi! Jika Anda terlalu cepat memberinya saran, ia mungkin akan merasa dihakimi dan akan menutup diri. 6. Perlu strategi untuk memberi nasehat Ya, pada akhirnya Anda memang perlu memberikan saran yang baik untuk anak Anda. Hanya saja, cobalah untuk melakukannya tidak dengan cara mengkhotbahinya. Jauh lebih efektif untuk menunggu dan katakana kemudian "Mama berpikir tentang apa yang kamu katakan, dan sepertinya Mama punya beberapa ide untuk masalah kamu. Mau dengar?" Setelah itu, ikuti dengan kalimat, "Apa pendapatmu tentang ide Mama?" 7. Siapkan solusi Jika Anda termasuk orang yang menggunakan transportasi publik untuk pulang bekerja, coba kirimkan SMS atau telepon anak Anda dalam perjalanan pulang. Percakapan singkat ini akan memberi Anda gambaran singkat tentang suasana hatinya saat itu. Dengan begitu, Anda akan punya lebih banyak waktu untuk berpikir tentang apapun yang mungkin perlu Anda tangani, hadapi, atau persiapkan, untuk menghadapi si remaja Anda setibanya di rumah.

Jumat, 31 Januari 2014

Pengertian Cinta

Apasih cinta itu Cinta atau kasih sayang diperlukan untuk kesehatan mental dan fisik seseorang. Untuk supaya merasakan lezatnya iman, juga sebagai sarana bekerja sama dengan orang lain, perkembangan seksual yang normal , serta penyaluran kasih sayang orang tua kepada anaknya. Sepanjang perkembangan bahasa, belum ditemukan arti secara pasti tentang makna cinta yang sebenarnya, melainkan hanya gejala-gejala cinta saja yang sempat diungkap oleh para pemerhati cinta sebagaimana berikut : 1. Menurut para ahli Sufi Cinta adalah kecenderungan hati kepada sesuatu yang diinginkan atau disenangi. Maksudnya, jika kita mencintai sesuatu (makhluk Allah), maka kita akan sering mengabaikan/melalaikan yang lain dan akan cenderung pada sesuatu itu sehingga kita jadi terbiasa mengingat, memuja, dan merindukan bahkan berkhalwat/berduaan dengan yang kita cintai. 2. Menurut Imam al-Ghazali Cinta kepada Allah adalah hasil dari ma’rifatullah, oleh sebab itu beliau berkata :”Ketahuillah bahwa tajalli (memperoleh kenyataan) keagungan Allah, membawa manusia khauf (takut) kepada Allah, tajalli kecantikan/keindahan Allah membawa manusia kepada rindu, tajalli sifat Allah membawa manusia kepada cinta, tajalli dzat Allah membawa manusia kepada tauhid.” Cinta yang dikemukakan oleh al-Ghazali adalah yang bersumber dari hati nurani/perenungan dan mujahadah, sehingga semakin kita mengenal dan mengetahui apa dan siapa yang kita cintai maka akan kian dalam cinta kita kepada apa dan siapa yang kita cintai bagaikan ‘minum air keasikan semakin diminum semakin dahaga’

Sabtu, 13 Juli 2013

Sejarah MTs Al karimi 1

PROFIL MTS AL KARIMI 1 A. SEJARAH DAN LATAR BELAKANG BERDIRINYA MTS AL KARIMI 1 Telah diketahui bersama bahwa lembaga formal dan tertua di lingkungan Pondok Pesantren al Karimi adalah Madrasah ibtida’iyah Bustanul Tholabah, atau yang kemudian berganti nama minjadi Madrasah ibtida’iyah Al Karimi. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan masyarakat disekitar Pondok Pesantren l Karimi maka pada tahun 1968 di tempat yang sama telah didirikan jejang sekolah formal yang lebih tinggi yaitu Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) yang pada awalnya diberi ama Madrasah Tsanawiyah Nadhotul Ulama’ Tebuwung ( MTs NU Tebuwung ) Sebagai inisiator pendiri lembaga tertua kedua di lingkungan Pondok pesantren al Karimi adalah KH Abdullah, KH Ah Zaini Rosyid, KH Abdul Mu’in ,KH Syamsul dan yang lain. Adapun yang mejabat sebagai kepala Madrasah pada awal berdirinya lembaga ini adalah KH Abdul Malik. Pada awal berdiri jam belajar mengajar masuk sore dikarenakan ruangan belajar masih menggunakan ruang kelas MI Al Karimi adapun keuangan operasional MTs NU saat itu masih menjadi satu dengan keuangan MI Al karimi. Sebgai guru dan pengampuh pelajaran di MTs saat itu adalah bapak KH. Abd Malik, KH Ah Zaini Rosyid, H Abdul Hamid, KH Iskandar dan beberapa guru yang lain. Adapun pelajaran yang diajarkan pada waktu itu adalah Tafsir, fikih, Usul Fikih, nahwhu shorof, Insja Tardjamah, bahasa Indonesia, Ilmu bumi, sejarah , bahasa inggris, Hadist, Musthola Hadist, Tauhid, Tarich Islam, Aljabar, Ilmu Alam, Ilmu Ukur, dan ilmu hajat. Jumlah siswa pertama MTs NU Tebuwung berkisar 20 hingga 30 siswa putra putri. Tetapi pada saat kelulusan mereka berjumlah 20 orang siswa siswi. Saat itu satu kelas terdiri dari siswa putra dan putri yang dipisah degan kain tabir saja. Jam pelajarannya dimulai setelah sholat dhuhur karena pada saat itu sekolah tingkat MTs masih sangat jarang maka tidak heran siswa yang sekolah di MTs NU berasal dari berbagai daerah bahkan banyak diantaranya berasal dari luar kabupaten gresik, antara lain kecamatan kali tengah kabupaten Lamongan. B. PERKEMBANGAN MTs AL KARIMI 1 Seiring dengan perkembangan zaman, MTs NU Tebuwung kemudian berbenah. Salah satunya adalah pergantian nama yang mengikuti konsep Yayasan Al Karim, dimana lembaga yang bernaung dibawahnya sudah pasti menggunkan nama induknya. Oleh karena itulah, nama madrasah tersebut berganti nama menjadi MTs Al Karimi 1 ( MTs Al Karimi 2 didesa Bulangan ). Tanpa diketahui dengan jelas oleh penulis yang jelas dalam perkembangan lembaga tersebut telah mengikuti banyak perubahan sesuai dengan era zaman. Baik itu jumlah siswanya, bangunan fisiknya, kurikulum, model dan metode pengajarannya pun mengalami perubahan. Hal itu tidak terlepas dari tuntutan masyarakat yang melingkupinya, terutama orang tua siswa. Untuk memenuhi ekspektasi dari masyarakat MTs Karimi memiliki Visi, Misi dan Tujuan yang jelas.

Sejarah MTs Al karimi 1

PROFIL MTS AL KARIMI 1 A. SEJARAH DAN LATAR BELAKANG BERDIRINYA MTS AL KARIMI 1 Telah diketahui bersama bahwa lembaga formal dan tertua di lingkungan Pondok Pesantren al Karimi adalah Madrasah ibtida’iyah Bustanul Tholabah, atau yang kemudian berganti nama minjadi Madrasah ibtida’iyah Al Karimi. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan masyarakat disekitar Pondok Pesantren l Karimi maka pada tahun 1968 di tempat yang sama telah didirikan jejang sekolah formal yang lebih tinggi yaitu Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) yang pada awalnya diberi ama Madrasah Tsanawiyah Nadhotul Ulama’ Tebuwung ( MTs NU Tebuwung ) Sebagai inisiator pendiri lembaga tertua kedua di lingkungan Pondok pesantren al Karimi adalah KH Abdullah, KH Ah Zaini Rosyid, KH Abdul Mu’in ,KH Syamsul dan yang lain. Adapun yang mejabat sebagai kepala Madrasah pada awal berdirinya lembaga ini adalah KH Abdul Malik. Pada awal berdiri jam belajar mengajar masuk sore dikarenakan ruangan belajar masih menggunakan ruang kelas MI Al Karimi adapun keuangan operasional MTs NU saat itu masih menjadi satu dengan keuangan MI Al karimi. Sebgai guru dan pengampuh pelajaran di MTs saat itu adalah bapak KH. Abd Malik, KH Ah Zaini Rosyid, H Abdul Hamid, KH Iskandar dan beberapa guru yang lain. Adapun pelajaran yang diajarkan pada waktu itu adalah Tafsir, fikih, Usul Fikih, nahwhu shorof, Insja Tardjamah, bahasa Indonesia, Ilmu bumi, sejarah , bahasa inggris, Hadist, Musthola Hadist, Tauhid, Tarich Islam, Aljabar, Ilmu Alam, Ilmu Ukur, dan ilmu hajat. Jumlah siswa pertama MTs NU Tebuwung berkisar 20 hingga 30 siswa putra putri. Tetapi pada saat kelulusan mereka berjumlah 20 orang siswa siswi. Saat itu satu kelas terdiri dari siswa putra dan putri yang dipisah degan kain tabir saja. Jam pelajarannya dimulai setelah sholat dhuhur karena pada saat itu sekolah tingkat MTs masih sangat jarang maka tidak heran siswa yang sekolah di MTs NU berasal dari berbagai daerah bahkan banyak diantaranya berasal dari luar kabupaten gresik, antara lain kecamatan kali tengah kabupaten Lamongan. B. PERKEMBANGAN MTs AL KARIMI 1 Seiring dengan perkembangan zaman, MTs NU Tebuwung kemudian berbenah. Salah satunya adalah pergantian nama yang mengikuti konsep Yayasan Al Karim, dimana lembaga yang bernaung dibawahnya sudah pasti menggunkan nama induknya. Oleh karena itulah, nama madrasah tersebut berganti nama menjadi MTs Al Karimi 1 ( MTs Al Karimi 2 didesa Bulangan ). Tanpa diketahui dengan jelas oleh penulis yang jelas dalam perkembangan lembaga tersebut telah mengikuti banyak perubahan sesuai dengan era zaman. Baik itu jumlah siswanya, bangunan fisiknya, kurikulum, model dan metode pengajarannya pun mengalami perubahan. Hal itu tidak terlepas dari tuntutan masyarakat yang melingkupinya, terutama orang tua siswa. Untuk memenuhi ekspektasi dari masyarakat MTs Karimi memiliki Visi, Misi dan Tujuan yang jelas.

Jumat, 11 Januari 2013

Porseni 2013

Pada tanggal 5-6 Januari 2013 para kontingen Porseni dari seluruh Madrasah Tsaawiyah Se Kabupaten Gresik megikuti beberapa ajang lomba yang diadakah oleh Kementrian Agama kabupaten Gresik. ribuan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya ratusan pesera tapi ribuan peserta dari beberapa cabang lomba. Adapun cabang lomba yang diadakan adalah olah raga dan seni yakni Bulu tangkis, Bola Volyy, futsal, Tenis meja, tolak peluru, lompat jauh, lari jarak pendek, lari jarak jauh, mtq, nasyid, kaligrafi islami, pidato bahasa arab, pidato bahasa inggris, pidato bahasa indonesia dll. al hamdulillah MTs al Karimi memenangkan beberapa cabang lomba yaki j 1. Juara 2 MTQ 2. Juara 2 Pidato bahasa Arab 3. Juara 3 Nasyid 4. Juara 3 Bulutangkis tunggal putri 5. Juara 3 Tolak Peluru mudahan mudahan ini sebagai awal yang bagus untuk pembinaan dimadrasah kedepannya. amin

Selasa, 18 Desember 2012

OBAT HATI

CARA MENGOBATI SAKIT HATI 1. Boleh menangis, tapi bukan menangisi dia. Maksudnya, biar hatimu menjadi lega. Tekankan dihatimu, air matamu terlalu berharga untuk menagisi dia, 2. Ganti pola pikirmu, bahwa kamu putus sama dia karena kamu akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dari dia. 3. Cari seseorang (lawan jenis) yang bisa jadi tumpahan rasa sakit hatimu. Bisa mantan kamu atau sohibmu. Yang pasti seseorang itu bila berada disisimu kamu merasa nyaman dan terlindungi. 4. Singkirkan benda-benda yang berhubungan dengan dirinya. Jangan ragu untuk menyimpan atau membuang benda-benda yang punya kenangan bersamanya. 5. Lakukan kegiatan yang kamu sukai. Ini beneran loh, kegiatan yang menjadikan kamu bahagia. Contohnya, ngebengkel, berkebun, mengajak adik atau kakak jalan-jalan. Atau bisa yang lainnya. 6. Jangan luangkan waktu sedikitpun berpikir tentang dia. Ada kok yang nasibnya lebih jelek dari kamu. 7. Kalaupun memikirkan dia, ingatlah kejelekan dia. Sehingga kamu jadi bersyukur karena nggak berdekatan lagi dengannya. 8. Manjakan diri kamu; bisa ke salon atau buat yang kamu bisa ke gym. Pokoknya bikin rileks tubuh dan hati. 9. Berkumpul dengan orang-orang yang selama ini dekat denganmu. Biasanya saat kamu masih bersamanya nggak sempat kumpul sama mereka. 10. Cari komunitas lain, yang selama ini nggak pernah kamu jabanin, misalnya kumpul sama anak-anak yang suka musik, penulis, teater, breakers atau yang lainnya. Siapa tahu kamu malah ketemu cinta sejatimu. 11. Bukalah hatimu buat semua orang, tersenyum pada semua orang. Berpikir positif bahwa dirimu punya arti buat mereka. Khususnya buat orang-orang yang dekat dengan kamu. 12. Mungkin sebaiknya kamu berdo’a. Percaya deh, bahwa do’a mampu mengatasi semua persoalan hidup.

Sabtu, 15 Desember 2012

Bahaya Rokok

Bahaya Merokok Untuk Pelajar
Anak anak ku sekalian khususnya anak anak ku Di MTs Al Karimi 1 Gresik berikut ini saya menjelaskan bahaya tentang rokok yang sering ananda keluhkan dan sebagian pula juga ada yang merokok. Maka mari kita pelajari tentang kandungan yang ada dalam batang batang rokok seperti yang telah kita bahas sama sama di bimbingan kelompok kemarin. A. Manfaat Menjaga Kesehatan Diri Setiap orang harus menjaga kesehatannya supaya memiliki jasmani dan rohani yang kuat dan sehat, sehingga dapat menjalani hidup dan kehidupannya. Untuk menjaga jasmani yang kuat dan sehat diperlukan rohani yang kuat dan sehat pula artinya rohani yang tidak mudah tergoda oleh berbagai godaan yang dapat menjerumuskan diri pada perbuatan yang merusak jasmani. Olahraga menjadi faktor pendukung dalam menjaga kesehatan diri sendiri. Salah satu hal yang menjadi faktor rusaknya kesehatan jasmani dan rohani adalah merokok . Kita harus berpikir jauh ke depan bahwa merokok dapat merusak kesehatan. Caranya dengan menghindari mengkonsumsi atau melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan, seperti merokok. Karena kebiasaan merokok dapat mengakibatkan ketergantungan yang dapat menganggu kesehatan. Rokok sendiri adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah . Dan merokok pada awalnya adalah keperluan spiritual, seperti memuja dewa atau roh dari suku bangsa Indian di Amerika. B. Bahaya Kebiasaan Merokok Saat ini, terdapat 1.100 juta penghisap rokok di dunia. Tahun 2025 diperkirakan akan bertambah hingga mencapai 1.640 juta orang. Setiap tahunnya, 4 juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau. Tahun 2030, gambaran ini akan meningkat mencapai angka 10 juta. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1999, sekitar 250 juta anak-anak di dunia akan meninggal karena tembakau apabila konsumsi tembakau tidak dihentikan Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan, karena di dalam rokok sendiri terdapat ribuan unsur zat kimia yang terkandung. Dengan merokok, sama saja dengan menggunakan zat kimia secara tidak langsung dan juga menghancurkan organ-organ tubuh. Secara garis besarnya, merokok dapat membahayakan kesehatan tubuh. Berdasarkan penelitian dokter, berbagai jenis kerugian merokok, yaitu: 1. Timbulnya penyakit kanker (kanker darah, kanker otak, kanker kulit) 2. Terjangkitnya penyakit jantung (kelainan jantung) 3. Timbulnya bercak-bercak di paru-paru (paru-paru berlubang) 4. Penyakit ginjal (karena tidak berfungsinya ginjal) Menurut survei di beberapa SMP di Jakarta, setiap siswa di sekolahnya mulai mengenal bahkan mencoba merokok dengan presentase 40% sebagai perokok aktif yang terdiri atas 35% putra dan 5% putri. Dan berdasarkan pemantauan lanjutan dari para pelajar yang merokok itu sebanyak 25% Drop Out. Kebiasaan merokok bagi para pelajar bermula karena kurangnya informasi dan kesalahpahaman informasi, termakan iklan atau terbujuk rayuan teman. Diperoleh dari hasil angket Yayasan Jantung Indonesia sebanyak 77% siswa merokok karena ditawari teman. Sehingga Yayasan Jantung Indonesia mendapat kesimpulan: 1. Dengan merokok dapat membuat pandai bergaul 2. Orang yang merokok terkesan lebih keren 3. Merokok meningkatkan prestasi belajar 4. Merokok dapat menghangatkan tubuh 5. Merokok membuat kelihatan dewasa 6. Merokok membuat penampilan lebih keren. Hasil kesimpulan itu tidak benar, karena orang merokok tidak akan mungkin mendapat prestasi, penampilan dan lain sebagainya. Justru orang yang merokok mukanya terlihat pucat, mata agak merah dan berair, giginya kuning kehitam-hitaman, bibirnya tidak merah terang agak kehitaman, bau mulut dan bau badan Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 402/Tahun 1990 yang isinya bahwa sekolah di DKI Jakarta bebas rokok. Berdasarkan Peraturan daerah No.2 tahun 2005 ditetapkan larangan merokok di tempat-tempat umum di DKI Jakarta Pemerintah juga diharapkan membuat kebijakan mengenai distribusi dan promosi rokok di masyarakat, karena menurut hasil survei Sensus Nasional tahun 2004 jumlah perokok di usia 19 tahun meningkat menjadi 78,2% dari 68,8% pada tahun 2001. C. Zat Kimia dalam Rokok Asap rokok membahayakan bagi yang menghirup, menghisap atau terhisap, karena setiap asap rokok mengandung kurang lebih 4000 unsur zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Beberapa zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok, misalnya : 1. Nikotin Nikotin adalah jenis zat yang terdapat pada tembakau, bersifat racun dan menyebabkan ketergantungan atau ketagihan. Rokok yang dihisap, nikotinnya akan memasuki otak dan berpengaruh pada saraf otak, serta menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dengan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Nikotin juga dapat mengakibatkan lemahnya organ tubuh, antara lain: 1. Kulit kurang darah dan kurang oksigen 2. Wajah agak pucat , kaku agak kebiruan 3. Penyumbatan pembuluh nadi (serangan jatung) 4. Penyumbatan pembulu nadi otak (stroke) 2. Tar Salah satu unsur dalam asap rokok adalah tar yang sangat cepat menyebabkan gejala penyakit kanker karena terkandung bahan-bahan karnosigen, yaitu unsur kimia penyebab kanker. 3. Karbon Monoksida Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang paling berbahaya, karena memopunyai daya ikat yang kuat terhadap butir darah merah yang seharusnya membawa oksigen. Jadi, jika nikotin menyebabkan peningkatan kebutuhan akan oksigen, CO justru mengurangi pemasukan oksigen dalam darah. Keadaan ini menyebabkan perokok sering bernapas pendek dan kurang stamina. CO juga mempercepat penyempitan pembuluh darah terutama sekali pada jantung dan kaki D. Pengaruh Rokok Bagi Kesehatan 1. Jangka Pendek a. Asap rokok dapat merangsang batuk b. Asap rokok menyebabkan saluran napas menyempit yang berlangsung antara 30-40 menit c. Asap rokok melumpuhkan peralatan pembersih pada saluran napas yang menyebabkan napas sesak d. Bahan-bahan beracun dari asap rokok diserap oleh darah masuk ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan pusing dan sakit kepala. 2. Jangka Panjang a. Terjadinya gangguan fungsi paru-paru secara potensial b. Menyebabkan produksi lendir pada saluran napas berlebihan setelah kurang lebih 15 tahun merokok c. Penyempitan saluran napas yang menetap dengan gejala sesak napas d. Sebesar 80% dari pengaruh rokok dapat mengakibatkan kanker e. Memperbesar tingkat penyempitan / pengerasan pembuluh darah Secara khusus tembakau menimbulkan dampak-dampak negatif, khususnya bagi perempuan, antara lain: - Penelitian Joseph Cullman terhadap 17.000 perempuan hamil dan bayi yang baru lahir di Inggris menunjukkan bahwa bayi dari perempuan yang merokok memiliki peluang lebih besar untuk memiliki berat tubuh lebih rendah dan beresiko tinggi untuk lahir hidup atau, kalaupun bertahan hidup paling lama 28 hari - Merokok penyebab utama kanker tenggorokan. Sekitar 90 persen kematian perempuan yang mengidap kanker tenggorokan diakibatkan oleh kebiasaan merokok. Tahun 1950, kematian perempuan akibat kanker tenggorokan terhitung hanya 3 persen, namun pada tahun 2000 meningkat menjadi 25 persen. - Perempuan merokok memiliki peningkatan resiko mengidap stroke ischemic dan peripheral vascular atherosclerosis. Penghentian kebiasaan merokok mengurangi resiko penyakit hati koroner satu hingga dua tahun setelah berhenti merokok - Beberapa penelitian menyatakan bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan fungsi menstruasi, misalnya rasa nyeri dan menstruasi yang tidak teratur. Perempuan merokok mendapatkan masa menopause lebih cepat daripada perempuan yang tidak merokok - Merokok selama kehamilan beresiko terhadap pecahnya membran secara prematur, plasenta terpisah dari uterus, dan lokasi plasenta yang tidak normal - Perempuan merokok lebih cepat mengalami kerapuhan tulang E. Upaya Pemerintah Untuk itu, berbagai langkah perlu segera dilakukan pemerintah, baik upaya penanganan terhadap zona perokok aktif maupun pasif. Langkah-langkah tersebut bisa ditempuh dengan: (1) membuat dan memasukkan materi bahaya merokok pada kurikulum di sekolah dasar dan menengah, sekolah kedokteran atau sekolah paramedis; (2) membuat kegiatan yang mendukung antirokok dan bahaya merokok pada usia sekolah. (3)membangkitkan kesadaran tentang bahaya merokok, kecanduan rokok, dampak sosial ekonomi akibat rokok pada publik (terutama anak-anak dan remaja); (4) melakukan counter marketing guna mengurangi atau meniadakan keterlibatan industri rokok, terutama pada usia anak dan remaja

Pentingnya Belaja

1. Hakikat Belajar Menurut Hakim (2005:1) “belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan”. Ahli lainnya Slameto (2003:13) menyatakan “belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam suatu situasi. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa belajar adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya. Jika di dalam proses belajar tidak mendapatkan peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengalami kegagalan di dalam proses belajar. 2. Aktivitas Belajar Aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani selama proses pembelajaran. Aktivitas belajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Aktivitas belajar yang dimaksud adalah aktivitas yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas-tugas, dapat menjawab pertanyaan guru dan bisa bekerjasama dengan siswa lain, serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Trinandita (dalam Yasa, 2008:1) menyatakan “hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan siswa”. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa atau pun siswa dengan siswa. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, dimana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas belajar yang timbul dari siswa akan mengakibatkan terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi. Dimyati (dalam Adijaya, 2004:12) menyatakan “aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar”. Siswa memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri prilaku sebagai berikut. 1) Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 2) Interaksi siswa dengan guru. 3) Interaksi siswa dengan siswa. 4) Kerjasama kelompok. 5) Aktivitas belajar siswa dalam diskusi kelompok. 6) Aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. 7) Aktivitas belajar siswa dalam menggunakan alat peraga. 8) Partisipasi siswa dalam menyimpulkan materi. Aktivitas belajar siswa merupakan kegiatan atau prilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Keaktifan siswa akan menyebabkan suasana pembelajaran akan lebih hidup karena siswa mau aktif untuk belajar. 3. Prestasi Belajar Poerwadarminta (1987:767) menyatakan “prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan”. Jadi prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai dan ditandai dengan perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang diperlukan dari belajar dengan waktu tertentu, prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai dan hasil tes atau ujian. Ahmadi (dalam Samier, 2008:1) menyatakan “setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor – faktor yang mempengaruhinya, baik yang cenderung mendorong maupun yang menghambat”. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah sebagai berikut. 1) Faktor Internal. Faktor internal ada1ah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor ini dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu: (a) Faktor lntelegensi Intelegensi ini memegang peranan yang sangat penting bagi prestasi belajar siswa. Karena tingginya peranan intelegensi dalam mencapai prestasi belajar maka guru harus memberikan perhatian yang sangat besar terhadap bidang studi yang banyak membutuhkan berpikir rasiologi untuk mata pelajaran matematika. (b) Faktor Minat Minat adalah kecenderungan yang mantap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu. Siswa yang kurang beminat dalam pelajaran tertentu akan menghambat dalam belajar. (c) Faktor Keadaan Fisik dan Psikis Keadaan fisik menunjukkan pada tahap pertumbuhan, kesehatan jasmani, keadaan alat-alat indera dan lain sebagainya. Keadaan psikis menunjuk pada keadaan stabilitas/labilitas mental siswa, karena fisik dan psikis yang sehat sangat berpengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran dan sebaliknya. 2) Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar. Faktor eksternal dapat dibagi rnenjadi beberapa bagian, yaitu: (a) Faktor Guru Guru sebagai tenaga berpendidikan memiliki tugas menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, membimbing, melatih, mengolah, meneliti dan mengembangkan serta memberikan penalaran teknik karena itu setiap guru harus memiliki wewenang dan kemampuan profesional, kepribadian dan kemasyarakatan. Guru juga menunjukkan fleksibilitas yang tinggi yaitu pendekatan deduktif dan gaya memimpin kelas yang selalu disesuaikan dengan keadaan, situasi kelas yang diberi pelajaran, sehingga dapat menunjang tingkat prestasi siswa semaksimal mungkin. (b) Faktor Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga turut mempengaruhi kemajuan hasil kerja, bahkan mungkin dapat dikatakan menjadi faktor yang sangat penting, karena sebagian besar waktu belajar dilaksanakan di rumah, keluarga kurang mendukung situasi belajar. Seperti kericuhan keluarga, kurang perhatian orang tua, kurang perlengkapan belajar akan mempengaruhi berhasil tidaknya siswa belajar. (c) Faktor Sumber-sumber Belajar Sumber belajar itu dapat berupa media/alat bantu belajar serta bahan baku penunjang. Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam melakukan perbuatan belajar. Maka pelajaran akan lebih menarik, menjadi konkret, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga serta hasil yang lebih bermakna.

Pentingnya Belaja

1. Hakikat Belajar Menurut Hakim (2005:1) “belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan”. Ahli lainnya Slameto (2003:13) menyatakan “belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam suatu situasi. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa belajar adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya. Jika di dalam proses belajar tidak mendapatkan peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengalami kegagalan di dalam proses belajar. 2. Aktivitas Belajar Aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani selama proses pembelajaran. Aktivitas belajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Aktivitas belajar yang dimaksud adalah aktivitas yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas-tugas, dapat menjawab pertanyaan guru dan bisa bekerjasama dengan siswa lain, serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Trinandita (dalam Yasa, 2008:1) menyatakan “hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan siswa”. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa atau pun siswa dengan siswa. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, dimana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas belajar yang timbul dari siswa akan mengakibatkan terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi. Dimyati (dalam Adijaya, 2004:12) menyatakan “aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar”. Siswa memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri prilaku sebagai berikut. 1) Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 2) Interaksi siswa dengan guru. 3) Interaksi siswa dengan siswa. 4) Kerjasama kelompok. 5) Aktivitas belajar siswa dalam diskusi kelompok. 6) Aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. 7) Aktivitas belajar siswa dalam menggunakan alat peraga. 8) Partisipasi siswa dalam menyimpulkan materi. Aktivitas belajar siswa merupakan kegiatan atau prilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Keaktifan siswa akan menyebabkan suasana pembelajaran akan lebih hidup karena siswa mau aktif untuk belajar. 3. Prestasi Belajar Poerwadarminta (1987:767) menyatakan “prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan”. Jadi prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai dan ditandai dengan perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang diperlukan dari belajar dengan waktu tertentu, prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai dan hasil tes atau ujian. Ahmadi (dalam Samier, 2008:1) menyatakan “setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor – faktor yang mempengaruhinya, baik yang cenderung mendorong maupun yang menghambat”. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah sebagai berikut. 1) Faktor Internal. Faktor internal ada1ah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor ini dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu: (a) Faktor lntelegensi Intelegensi ini memegang peranan yang sangat penting bagi prestasi belajar siswa. Karena tingginya peranan intelegensi dalam mencapai prestasi belajar maka guru harus memberikan perhatian yang sangat besar terhadap bidang studi yang banyak membutuhkan berpikir rasiologi untuk mata pelajaran matematika. (b) Faktor Minat Minat adalah kecenderungan yang mantap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu. Siswa yang kurang beminat dalam pelajaran tertentu akan menghambat dalam belajar. (c) Faktor Keadaan Fisik dan Psikis Keadaan fisik menunjukkan pada tahap pertumbuhan, kesehatan jasmani, keadaan alat-alat indera dan lain sebagainya. Keadaan psikis menunjuk pada keadaan stabilitas/labilitas mental siswa, karena fisik dan psikis yang sehat sangat berpengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran dan sebaliknya. 2) Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar. Faktor eksternal dapat dibagi rnenjadi beberapa bagian, yaitu: (a) Faktor Guru Guru sebagai tenaga berpendidikan memiliki tugas menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, membimbing, melatih, mengolah, meneliti dan mengembangkan serta memberikan penalaran teknik karena itu setiap guru harus memiliki wewenang dan kemampuan profesional, kepribadian dan kemasyarakatan. Guru juga menunjukkan fleksibilitas yang tinggi yaitu pendekatan deduktif dan gaya memimpin kelas yang selalu disesuaikan dengan keadaan, situasi kelas yang diberi pelajaran, sehingga dapat menunjang tingkat prestasi siswa semaksimal mungkin. (b) Faktor Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga turut mempengaruhi kemajuan hasil kerja, bahkan mungkin dapat dikatakan menjadi faktor yang sangat penting, karena sebagian besar waktu belajar dilaksanakan di rumah, keluarga kurang mendukung situasi belajar. Seperti kericuhan keluarga, kurang perhatian orang tua, kurang perlengkapan belajar akan mempengaruhi berhasil tidaknya siswa belajar. (c) Faktor Sumber-sumber Belajar Sumber belajar itu dapat berupa media/alat bantu belajar serta bahan baku penunjang. Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam melakukan perbuatan belajar. Maka pelajaran akan lebih menarik, menjadi konkret, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga serta hasil yang lebih bermakna.

Karakteristik pemikiran aswaja

Karakteristik Pemikiran Aswaja Berdasarkan perbedaan pemaknaan terhadap istilah Ahlussunnah wa al-Jama’ah seperti dijelaskan di atas, terdapat tiga karakteristik pemikiran Aswaja, yaitu: 1. Atsariyah (Tekstualis) Dalam akidah dan tasyri’ (penetapan hukum syariat), Atsariyah merujuk pada teks al-Qur’an dan Sunnah. Kedua sumber hukum itu lebih didahulukan dari akal dan teks lain, seperti pendapat-pendapat yang bertentangan dengan teks yang sudah dipastikan dalam al-Qur’an dan Sunnah. Atsariyah menganggap potensi ijtihad terbuka dalam ranah yang belum dijelaskan oleh nas al-Qur’an dan Sunnah. Ijtihad paling utama, menurut Atsariyah, adalah yang dilakukan oleh kaum Salaf, yakni sebuah era yang disebut oleh Nabi Muhammad, yakni tiga abad pertama dalam sejarah Islam. Nabi menyebut era itu dengan kebaikan, yakni era sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. 2. Nazhariyah Aqliyah Nazhariyah Aqliyah (teori rasio) memiliki karakteristik pemikiran dengan menggunakan ilmu kalam dalam akidah. Penjelasan dengan menggunakan cara-cara manthiq dan ilmu kalam itu demi menjelaskan nas al-Qur’an dan Sunnah, serta tidak keluar dari akidah salaf yang menjadi ciri khas Aswaja, bahkan untuk membela akidah generasi pertama Islam tersebut. 3. Shufiyah. Sebuah nama yang dinisbatkan pada kata Tasawwuf ini merupakan metode seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah serta merealisasikan kedudukan ihsan (makrifatullah). Hal itu mereka tempuh dengan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah, meninggalkan berbagai larangan, membersihkan hati dari akhlak buruk, kemudian menghiasinya dengan akhlak yang baik. Dalam hal konsep dasar akidah, Shufiyah mengikuti kategori pemikiran Aswaja yang lain, yakni Atsariyah dan Nazhariyah ‘Aqliyah. Dalam fikih, Nazhariyah ‘Aqliyah mengikuti salah satu madzhab empat. Dalam keyakinan, mempercayai ilmu kasyaf dan ilham selama tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah.

Golongan Umat Islam

73 Golongan Umat Islam Imam Turmudzi, Abu Dawud dan Ibn Majah, masing-masing dalam kitab Sunan-nya meriwayatkan hadits tentang penggolongan umat Islam menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan atau firqoh, dan hanya satu golongan di antaranya yang selamat dari ancaman siksa neraka, yaitu golongan yang konsisten pada ajaran Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya (Jama’ah) atau yang kemudian disebut dengan sebutan Ahlussunnah wal Jama’ah. Menurut Imam Abdul Qahir al-Baghdadi (w. 429 H/1037 M) sebagaimana disebut dalam karya monumentalnya, Al-Farq bainal-Firaq hadits tersebut diriwayatkan dari beberapa sumber sanad, antara lain; Anas bin Malik, Ubay bin Ka’ab, Abdullah bin ‘Amr, Abu Umamah dan Watsilah bin al-Asqa. Respon para ulama kalam terhadap hadits tersebut ternyata tidak sama. Setidaknya, ada tiga macam respon yang diberikan; Pertama, hadits-hadits tersebut digunakan sebagai pijakan yang dinilainya cukup kuat untuk menggolongkan umat Islam menjadi 73 firqah, dan di antaranya hanya satu golongan yang selamat dari neraka, yakni Ahlussunnah wal Jama’ah. Di antara kelompok ini antara lain; Imam Abdul Qahir al-Baghdadi (Al-Farq bainal-Firaq), Imam Abu al-Muzhaffar al-Isfarayini (at-Tabshir fid Din), Abu al-Ma’ali Muhammad Husain al-‘Alawi (Bayan al-Adyan), Adludin Abdurrahman al-Aiji (al-Aqa’id al-Adliyah) dan Muhammad bin Abdulkarim asy-Syahrastani (al-Milal wan Nihal). Ibn Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (vol-3) menilai bahwa hadits tersebut dapat diakui kesasihannya. Kedua, hadits-hadits tersebut tidak digunakan sebagai rujukan penggolongan umat Islam, tetapi juga tidak dinyatakan penolakannya atas hadits tersebut. Di antara mereka itu, antara lain; Imam Abu al-Hasan Ali bin Isma’il al-Asy’ari (Maqalatul Islamiyyin wa ikhtilaful Mushollin) dan Imam Abu Abdillah Fakhruddin ar-Razi (I’tiqadat firaqil Muslimin wal Musyrikin). Kedua pakar ilmu kalam ini telah menulis karya ilmiahnya, tanpa menyebut-nyebut hadits-hadits tentang Iftiraq al-Ummah tersebut. Padahal al-Asy’ari disebut sebagai pelopor Ahlussunnah wal Jama’ah. Ketiga, hadits Iftiraqul Ummah tersebut dinilai sebagai hadits dla’if (lemah), sehingga tidak dapat dijadikan rujukan. Di antara mereka adalah Ali bin Ahmad bin Hazm adh-Dhahiri, (Ibn Hazm, al-Fishal fil-Milal wal-Ahwa’ wan-Nihal). Pengertian firqah atau golongan dalam hadits tersebut, oleh para ulama dan para ahli tersebut, berkaitan dengan Ushuluddin (masalah-masalah agama yang fundamental dan prinsipil), bukan masalah furu’iyyah atau fiqhiyyah yang berkaitan dengan hokum-hukum amaliyah atau yang kerap disebut sebagai masalah khilafiyah, semacam qunut shalat subuh, jumlah raka’at tarawih, ziarah kubur, dan lain-lain. Syeikh Muhammad Muhyiddin Abdul-Hamid, seorang ulama’ yang banyak men-tahqiq karya-karya unggulan dalam ilmu kalam, seperti karya Imam al-Asy’ari, al-Baghdadi di atas, menyatakan kesulitannya untuk memperoleh hitungan yang valid terhadap firqoh-firqoh baru, seperti Ahmadiyah dan lain-lain. Demikian itulah masalah yang muncul dari hadits 73 firqoh. Selain itu, ada masalah-masalah lain yang masih memerlukan studi lebih lanjut yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiyyah dan diniyyah, seperti; apa yang dijadikan parameter untuk menentukan suatu kelompok umat ini menjadi firqah tertentu yang mandiri yang berbeda statusnya dari kelompok lain. Lalu, apa sebetulnya yang paling banyak menjadi pemicu timbulnya firqah-firqah tersebut? Terakhir, sejauhmana peran realitas historis dan kultural dalam mempengaruhi perjalanan dan dinamika firqah-firqah tersebut. Tentu saja, masih banyak lagi yang perlu dikaji lebih lanjut. Prof KH Tholchah Hasan Wakil Ra'is Am Syuriah PBNU

Jumat, 14 Desember 2012

Administrasi dan Program kerja

I. PENDAHULUAN Setiap organisasi (apapun bentuknya ) pasti Amempunyai rumusan tujuan yang ingin dicapai. Organisasi yang mempunyai rumusan tujuan yang jelas akan mendapatkan kesulitan kearah mana organisasi iti akan dibawa. Perumusan tujuan organisasi yang jelas akan memudahkan organisasi dalam menentukan kebijakan organisasi. Melalui tujuan tersebut, sebuah organisasi mendapat gambaran kearah mana orgaisasi tersebut akan dibawa, mendapatkan landasan bagi organisasi, memudahkan menentukan macamnya tugas, dan akan mudah menentukan PRODER KISS ME (program, prosedur, koordinasi, integrasi, simplikasi,sinkronisasi dan mekanisme ). Perumusan tujuan meski menjadi syarat mutlak bagi organisasi, tetapi bukanlah merupakan satu-satunya syarat. Rumusan tujuan perlu ditopang oleh syarat-syarat lain yang tidak kalah pentingnya diantaranya (anggota), kelompok, kerja sama, dan perangkat lainnya seperti Administrasi, Program kerja dan network planning. Diantara sederetan piranti organisasi yang akan penulis uraikan lebih panjang adalah Administrasi, Program kerja dan network planning.ketiga piranti organisasi tersebut penulis uraikan karena penulis berpendapat bahwa kegiatan Administrasi, Program kerja dan network planning mempunyai peran yang signifikan dalam kegiatan organisasi. II. ADMINISTRASI Seperti telah diuraikan diatas bahwa sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang telah menetapkan rumusan organisasi yang jelas. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi sudah barang tentu akan melakukan segala usaha/ kegiatan organisasi, dari mulai merencanakan tujuan sampai dengan kegiatan evaluasi kegiatan.usaha/kegiatan tersebut disebut dengan administrasi. Secara umum, administrasi adalah usaha atau kegiatan sekelompok orang yang bekerja secara teratur untuk mencapaisuatu tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.usaha-usaha atau kegiatan yang dimaksud meliputi semua kegiatan yang lazim dilakukan oleh organisasi, seperti penetapan rencana program, pengorganisasian, penajaman dan penyelenggaraan program, kegiatan pengawasan, kegiatan evaluasi, kegiatan pembuatan pelaporan, dan lainlain. Sedangkan secara sempit administrasi diartikan sebagai kegiatan tata usaha, clerical work (kegitan catat mencatat/tulis –menulis ) atau sectretrial work (pekerjaan sekertaris), yaitu keseluruhan kegiatan mencatat segala kejadian bagi pimpinan suatu organisasi. Keseluruhan rumusan pengertian administrasi secara sempit tersebut disebut juga kesektariatan. Dari batasan-batasan di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa pengetian administrasi meliputi hal-hal sebagai berikut. 1. Rangkaian kegiatan/ perbuatan, termasuk kegiatan kesekretaritan; 2. Adanya kelompok orang; 3. Adanya kerjasama; 4. Adanya unsur-unsur untuk mencapai tujuan; III. KESEKRETARIATAN Kesekretariatan disebut juga kegiatan tata usaha. Seperti telah disinggung diatas, bahwa tata usaha merupakan bagian pengertian sempit administrasi dan merupakan bagian yang cukup menunjang tercapainya tujuan administrasi. Dengan kata lain, kegiatan tata usaha atau keskretariatan merupakan suatu bagian dari kegiatan administrasi. 1. Tulis menulis (rencana program, strategi pelaksanaan program, sampai evaluasi ). 2. Surat menyurat; 3. Kegiatan kearsipan dan agenda; 4. Pemilikan dan pemeliharaan buku induk organisasi; 5. pengiriman dan penerimaan surat; dan 6. data-data lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tilis menulis Dari uraian diatas dapat menyimpulkan bahwa Tata Usaha adalah menghimpun keteranganketerangan tertulis yang dapat digunakan untuk menunjang kelancaran kegiatan administrasi.Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sipat Tata Usaha adalah sebagai “pelayananterhadap kegiatan pokok administrasi”. Berikut ini penulis uraikan beberapa kegiatan Tata Usaha yang memiliki aturan-aturan (baku)tertentu, yaitu: surat menyurat, kearsipan, agenda, buku induk, dan buku agrnda kegiatan. A. Surat Menyurat Di antara kegiatan Tata Usaha yang paling menonjol adalah kegiatan surat menyarat (korespondensi). Surat adalah suatu sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Hubungan yang terjadi antara pihakpihak tersebut disebut kegiatan surat menyurat atau korespondensi. Selain sebagai sarana komunikasi, surat juga berfungsi sebagai: 1. Alat untuk menyampaikan pemberitahuan, permintaan atau permohonan buah pikiran/gagasan. 2. Alat bukti tertulis, misalnya surat perjanjian. 3. Alat untuk mengingat, misalnya surat yang diarsipkan. 4. Bukti sejarah, misalnya surat-surat yang bersejarah. 5. Pedoman kerja, misalnya surat keputusan dan surat perintah. Jika dilihat dari segi bentuk, isi, dan bahasanya, surat dapat digolongkan atas 3 (tiga) jenis, yaitu: 1. surat pribadi, 2. surat dinas (resmi), dan 3. surat niaga. Selain ketiga jenis surat tersebut, terdapat juga jenis surat yang lain, misalnya : surat edaran,surat pengumuman, surat perjanjian, dan surat keputusan. Ada beberapa bentuk penulisan surat. Yang dimaksud dengan bentuk surat adalah pola surat menurut susunan, letak, dan bagian-bagian surat. Setiap bagian surat itu sangat penting peranannya sebagai identifikasi atau petunjuk pengelolaan surat. Menurut pola umum yang berlaku dalam surat menyurat, bentuk surat dikelompokan menjadi6(enam) dan macam bentuk surat, yaitu : (a) bentuk lurus penuh (full block style), (b) bentuk lurus (block style), (c) bentuk setengah lurus (semi block style), (d) bentuk bertekuk (idented style), (e) bentuk resmi Indonesia lama, dan (f) bentuk Indonesia baru. (contoh lengkap bentuk-bentuk surat tersebut dapat dilihat pada buku seri penyuluhan bahasa Indonesia bagian surat menyurat. Sekedar memberikan gambaran untuk memudahkan pemahaman pembaca, berikut penulis berikan contoh bagian-bagian surat dalam bentuk lurus (block style) Keterangan : (1) Kop/Kepala Surat; (2) tanggal surat; (3) nomor. Lampiran, perihal (4) alamt,tujuan; (5) salam pembuka; (6) Isi surat (7) Salam penutup; (8) pengirim surat; dan, (9) tembusan; B. Kerasipan, Agenda dan Ekspedis 1). Arsip Kegiatan Kearsipan terdiri atas pengelolaan arsip itu sendiri dan agenda. Arsip adalah suatu tempat penyimpanan dan pengolahan data-data tertulis, seperti surat-surat dan dokumendokumen. Arsip berarti pula dokumen tertulis yang berasal dari komunikasi tertulis ( Surat, akta, dan sebagainya) yang dikeluarkan instansi resmi, yang disimpan dan diperlihara ditempat khusus untuk referensi. Orang (ahli) yang bias mengurus bagian penyimpanan dan pemeliharaan surat-surat disebut arsiper Arsip memiliki kegunaan sebagai berikut : 1. (seolah-olah) sebagai suatu pusat ingatan dari organisasi dalam memulihkan keterangan bila diperlukan. 2. Sebagai sarana pembuktian dalam peristiwa hokum 3. Arsip mempunyai nilai sejarah yang menggambarkan peristiwa-peristiwa lampau. 4. Arsip memberikan jasa dalam kemajuan dan perkembangan dunia keilmuan, dan lainlain. System penyimpanan (pengarsipan) ada 5 (lima) macam, yaitu : 1) Sistem penyimpanan menurut abjad (Alfabetic Filling), yaitu penyusunan arsip berdasarkan nama orang atau organisasi utama. 2) Sistem penyimpanan menurut pkok soal (Subject Filling), yaitu penyusunan arsip didasarkan pada jenis dan isi surat.. 3) Sistem penyimpanan menurut wilayah (Geografic Filling), yaitu penyusunan arsip didasarkan pada asal daerah surat.. 4) Sistem penyimpanan menurut nomor (Numeric Filling), yaitu penyusunan arsip didasarkan angka nomor pada surat. 5) Sistem penyimpanan menurut tanggal (Chronological Filling), yaitu penyusunan arsip berdasarkan tanggal yang tertera pada surat tersebut. 2) Agenda Buku agenda, adalah buku catatan yang bertanggal untuk satu tahun (periode) yang berfungsi untuk mencatat surat-surat, baik surat masuk maupun surat keluar. Orang yang bertugas mencatat surat masuk dan keluar (mengagendakan surat) disebut agendaris. Buku agenda, dapat dibagi atas 2 (dua) macam, yaitu : 1) Agenda Tunggal, yaitu agenda yang menggunakan satu buku. Lembaran sebelah kiri untuk surat masuk dan sebelah kanan untuk surat keluar. 2) Agenda anda, yaitu agenda yang terdiri dari 2 (dua). Satu buku khusus untuk mencatat surat masuk, dan yang satunya lagi khusus untuk mencatat surat keluar. 3. Ekspedisi kegiatan kesekretariatan lain yang berhubungan dengan surat menyuratadalah ekspedisi. Ekspedisi adalah kegiatan mengurus (mengirim/mengantarkan) surat-surat atau barangbarang. Orang yang bertugas untuk mengirim/mengantar surat-surat atau barangn-barang disebut ekspeditur. Untuk memudahkan surat-surat, sebuah organisasi memerlukn bukuk ekspedisi. Buku ini sangat penting sebagai alat bukti bahwa surat yang dibuat telah dikirim dan diterima oleh alamat tujuan surat tersebut. C. Buku Induk dan Agenda Kegiatan Buku induk merupakan buku-buku yang memuat data-data identitas pengurus/anggota organisasi yang bersangkutan. Buku ini berisi data-data atau identitas baik pengurus maupun anggota organisasi. Fungsi dari buku ini adalah untuk menginventarisasi data seluruh personal pengurus dan anggota organisasi lengkap dengan identitasnya. Buku agenda kegiatan merupakan buku yang berisi data-datarangkaian kegiatan organisasi selama periode tertentu. Buku ini digunakan setiap organisasi, jawatan, instansi, dan badanbadan yang berguna bagi kelengkapan administrasi dan laporan-laporan. IV. PROGRAM KERJA 1. .PENGERTIAN a. Program kerja OSIS merupakan perwujudan dari komitment organisasi untuk berperan aktif mendukung program OSIS dalam upaya mencapai maksud dan tujuan seperti dalam anggaran dasar. b. Program kerja OSIS oleh rapat kerja yang memuat pokok-pokok program secara garis besar yang merupakan pedoman dalam merumuskan program dan pelaksanaan selanjutnya. c. Program ini bersifat mengikat untuk di laksanakan segenap pengurus OSIS dan masyarakat sekolah. 2. .MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan ditetapkan program ini adalah memberikan arah dan prioritas bagi perkembangan sekolah secara menyeluruh dan bertahap dalam rangka mewujudkan visi dan misi SMA serta tanggung jawab dan keikutsertaannya berpatisipasi dalam mendukung kemajuan bidang pendidikan. 3. PERENCANAAN seorang pimpinan harus bias memilih program kerja yang menjadi prioritas utama dalam sebuah organisasi, yang menguntungkan untuk organisasi, menentukan sebuah kepanitiaan dan menentukan bidang-bidang yang dibutuhkan, menentukan garis-garis besar dan tata cara pelaksanaan program kerja dari tiap-tiap bidang, mengalokasikan sumberdaya dan mengotrol jalannya pelaksanaan. a. Dalam perencanaan program kerja komponen-komponen yang harus ada adalah sebagai berikut: 1. pemilihan program kerja prioritas. 2. menganalisa isu 3. menentukan tujuan program kerja. 4. menentukan cakupan program kerja. 5. menentukan garis besar waktu dan pelaksanaan. b. PROGRAM KERJA PRIORITAS “nama program kerja” c. TUJUAN : mengapa punya program kerja ? 1. mendidik / membangun sekelompok ……(siapa)…agar dapat membuat / mengembangkan …(apa)….dengan waktu ….(berapa lama) … dengan harapan terbentuk menjadi….(bagaimana)….dengan segala keterbatasan yang ada. 2. program kerja dapat mengurangi apa ? 3. apa hasilnya untuk organisasi ? 4. apa kelanjutan dari program kerja (terobosan) ? d. ISU : analisis system. 1. kenapa program kerja ini sampai diajukan ? 2. kelemahan, kekuatan dari organisasi (dari dalam). 2. peluang, ancaman untuk organisasi (dari luar). e. CAKUPAN : untuk siapa, dan area cakupan seberapa besar ? 1. diperuntukkan untuk siapa ? 2. seberapa besar daerah cakupannya ? f. WAKTU 1. butuh berapa tahap ? 2. tiap tahap butuh berapa lama ? CONTOH: nama program kerja : ”menciptakan anggota ahli” analisa isu : susahnya orang mencari kerja atau membuat lahan kerja sendiri. Tidak adanya tenaga ahli dalam organisasi yang bisa digunakan sebagai ujungtombak dalam mengembangkan organisasi. Program kerja ini diajukan karena dapat membantu pekembangan organisasi secara signifikan dalam berbagai hal. kelemahan dari organisasi : kemungkinan secara individu orang yang kita kirim mengikuti pelatihan tidak mampu menguasai keahlian yang diharapkan, untuk itu kita butuh mengirimkan beberapa orang yang tentu saja menambah anggaran. Kekuatan organisasi : dengan adanya organisasi pasti ada anggaran yang tersedia untuk program kerja, dan kemungkinan ada perusahaan yang mau membantu dan memudahkan pengajuan dana untuk program kerja selanjutnya jika program kerja sukses. Ancaman : kemungkinan sabotase dari pihak lain yg tidak suka atau yg merasa terganggu dengan kemajuan organisasi. Peluang : kita bisa lebih maju dari organisasi lain yg mempunyai core kepentingan sama karena kita punya tenaga ahli dalam merangkul masyarakat secara mental, hal ini bisa terjadi dengan alasan : kita memberi keahlian kepada masyarakat agar dapat mencari kerja dan secara otomatis timbal balik nama besar akan tercipta di mata masyarakat yang akan memudahkan kita mencari sponsor yang akan menguntungkan secara organisasi maupun personal. Tujuan : mendidik 2 orang anggota agar mampu merencanakan, mendesain, merancang, dan membuat produk sesuai kehalian yang dia dapatkan secara baik dan benar dalam kurun waktu 3 bulan pelatihan dan diharapkan menjadi tenaga ahli dalam bidang tersebut dalam organisasi dengan keterbatasan keuangan yang minim. Program kerja dapat mengurangi pengangguran secara permanen karena orang yang dikirim dalam pelatihan diharapkan bisa bekerja dan mendapat penghidupan yg layak. Jika anggota organisasi yang dikirimkan untuk mengikuti pelatihan, diharapkan anggota tersebut dapat menjadi ahli yang nantinya akan menjadi ujung tombak organisasi untuk membimbing teman-teman dalam organisasinya agar mempunyai keahlian yang sama. Setelah mengirim beberapa anggota organisasi mengikuti pelatihan, kita bisa membuat program kerja lanjutan dengan memanfa’atkan keahlian anggota yang tadinya kita kirim dalam pelatihan yang nantinya melibatkan masyarakat sekitar agar mereka juga punya keahlian yang bisa digunakan dalam mencari kerja ataupun membuka lapangan kerja sendiri sekaligus mempopulerkan nama organisasi di masyarakat. Memudahkan perekrutan anggota atau simpatisan jika nama organisasi sudah populer dan secara kualitas menguntungkan masyarakat secara umum. cakupan : Untuk 2 organisasi sendiri pada tahap pertama dan bertempat di tempat pelatihan jadi organisasi sementara waktu belom menyediakan tempat untuk program kerja tahap ini. Untuk anggota organisasi lainnya dan masyarakat sekitar pada tahap program kerja selanjutnya, dan untuk tahap ini, kita butuh tempat yang akan digunakan untuk pelatihan. mungkin kita bisa meminjam tempat gratis dari badan-badan pemerintah atau organisasi lain yang memang bergerak dibidang ini. waktu : Untuk tahap pertama diperkirakan 3 bulan seperti halnya pelatihan-pelatihan yang ada. Untuk tahap selanjutnya diperlukan waktu 3 bulan kali berapa kali pelaksanaan. I V. P E N U T U P Administrasi, Program kerja dan network planning bukan merupakan bagian disiplin ilmu eksakta. Ini berarti bahwa teori tentang ketiga topik tersebut adalah terus mengalami perubahan, pergeseran dan penambahan-penambahan sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi. Perkembangan kebutuhan organisasi tidak terlepas dari usaha untuk lebih memperbaiki citra organisasi tersebut. Oleh karena itu inisiatif-inisiatif dengan ide-ide cerdas menjadi sangat penting, termasuk ide-ide dalam bidang Administrasi, Program kerja dan network planning sebagai piranti penting dalam menjalankan roda organisasi. Wassalam,

Kamis, 13 Desember 2012

Tugas Perkembangan Remaja


1. Tugas Perkembangan Remaja Wiilian Kay (Dalam saymsu Yusuf.2002:72) mengemukakan tugas perkembangan remaja sebagai berikut: a. Menerima keadaan fisik dan keragaman kualitasnya. b. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua atau figur-figur yang mempunyai otoritas. c. Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul dengan teman sebaya atau orang lain,baik secara individual maupun kelompok. d. Menemukan manusia model yang dijadikan identitasnya. e. Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri. f. Memperkuat kemampuan mengendalikan diri atau dasar skala nilai, prinsip-prinsip atau falsafah hidup. g. Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri Ridwan (2004:135) mengemukakan tugas perkembangan sebagaiberikut: 1) Menerima keadaan fisiknya dan menerima peranannya sebagai pria dan wanita. 2) Menjalin hubungan baru dengan teman-teman sebaya, baik sesama jenis maupun lawan jenis. 3) Memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tuanya dan orang dewasa lain. 4) Memperoleh kepastian dalam hal kebebasan pengaturan ekonomis. 5) Memilih dan mempersiapkan diri ke arah suatu pekerjaan atau jabatan. 6) Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang diperlukan dalam hidup sebagai warga negara yang terpuji. 7) Menginginkan dan dapat berperilaku yang diperbolehkan oleh masyarakat. Tugas-tugas tersebut menuntut untuk dipenuhi. Artinya, remaja membutuhkan sesuatu pelayanan, baik yang diusahakan sendiri maupun atas bantuan pihak lain, untuk memenuhi tugas perkembangan tersebut sehingga memasuki tahap perkembangan selanjutnya secara lebih baik. Ada beberapa faktor yang paling penting yang mempengaruhi tugas-tugas dalam perkembangan. Faktor yang menghalangi antara lain; tingkat perkembangan yang mundur, tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas perkembangan, tidak ada bimbingan untuk menguasainya, tidak ada motivasi, kesehatan butuk, cacat tubuh, tingkat kecerdasan yang rendah. Sedangkan yang mendukung adalah tingkat perkembangan yang normal, kesempatan untuk mempelajari tugas perkembangan, ada bimbingan untuk menguasainya, memiliki motivasi, kesehatan yang baik, tingkat kecerdasan yang tinggi, dankreatifitas. 2. Karakteristik perbedaan Individual Peserta Didik Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik. Perbedaan tersebut dapat diketahui secara fisik yang mempunyai bentuk khas, tingkat kestabilan emosi dan temperamennya, sikap dan tingkah lakunya, bakatnya, nilai dan moralnya, dan keadaan sosialnya. Dalam hal pemahaman terhadap peserta didik, guru bimbingan dan konseling tidak dapat menggolongkannya ke dalam satu kategori, misalnya ia anak yang nakal, emosional, dan tidak berbakat atau berbakat. Perbedaan setiap peserta didik perlu dipahami oleh guru bimbingan dan konseling sebagaimana ia adanya. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. (UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Perbedaan individu juga dapat digunakan sebagai dasar penyelenggaran pendidikan khusus yaitu pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial, atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. 3. Penerapan Kaidah perkembangan Fisik, Psikologi, dan Perilaku terhadap Sasaran Pelayanan Konseling Peranan bimbingan dan konseling di sekolah sangat nyata dalam membantu perkembangan pribadi siswa. Peranan tersebut yaitu membantu siswa mengaktualisasikan potensinya, membantu menyelesaikan tugas perkembangan, membantu siswa menjadi pribadi yang mandiri dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab, dan membantu siswa tumbuh berkembang sebagai pribadi yang unik. Berkaitan dengan tugas perkembangan, siswa membutuhkan suatu layanan dari pihak lain, termasuk guru BK, agar tugas-tugas perkembangan tersebut terpenuhi. Melalui pelayanan BK di sekolah siswa mendapat kesempatan mendapat bantuan untuk berkembang optimal. Dalam upaya tersebut, guru BK dalam menyelenggarakan layanan merujuk pada kebutuhan siswa baik secara analisis klasikal atau individual. Analisis kebutuhan siswa dapat dilakukan dengan mengalisa uraian tugas perkembangan siswa. Penjabaran dari upaya bantuan kepada siswa dalam mencapai tugas perkembangan antara lain perlu mempertimbangkan perkembangan fisik, psikis, dan perilaku siswa.Pemahaman guru BK akan hal tersebut memungkinkan adanya pelayanan yang sesuai kebutuhan peserta didik. Penerapan kaidah perkembangan fisik, psikis, dan perilaku individu dalam layanan BK dapat dilakukan dalam beberapa kegiatan, antara lain: a. Penyusunan program Program BK yang baik ialah suatu bentuk program BK apabila dilaksanakan di sekolah memiliki efisiensi dan efektifitas yang optimal. Salah satu syarat program BK adalah hendaknya memberikan pelayanan kepada semua peserta didik (W.Miller dalam Mungin Edi Wibowo. 2002:8). Selain itu, dalam menyusun program hendaknya berdasar kebutuhan bagi pengembangan peserta didik sesuai dengan kondisi pribadinya, jenjang dan jenis pendidikannya. Memperhatikan pada syarat penyusunan program tersebut, maka guru BK di jenjang SMP dan SMA/SMK dituntut untuk memahami kebutuhan peserta didiknya. Kebutuhan tersebut antara lain dilihat dari perkembangan fisiknya, psikologis, dan perilakunya. Untuk mengetahui kebutuhan tersebut guru BK dapat melakukan pengumpulan data tentang kebutuhan peserta didik untuk mengoptimalkan perkembangan fisik, misalnya data tentang ukuran tingi dan berat bada, keadaan panca indra, penyakit yang pernah diderita, dan pandangan siswa terhadap perkembangan fisiknya. Kecuali data perkembangan fisik, guru BK juga perlu memahami kebutuhan peserta didik dari aspek psikis. Data tersebut misalnya tentang keadaan emosi, hubungan sosial, bakat dan upaya pengembangan bakat, pelaksaan nilai-nilai agama, tata tertib sekolah, dan masyarakat. Tidak kalah penting, tentang kebutuhan perilaku. Guru BK dapat mengetahui hal tersebut dengan menyusun instrumen analisis kebutuhan yang mengungkap perkembangan perilaku dan kemungkinan dimilikinya perilaku menyimpang. Misalnya, kecenderungan merokok dan narkoba, perilaku seksual dan perilaku belajar. Instrumen yang digunakan perlu disesuaikan dengan aspek yang akan diketahui. Misalnya, sosiometri dan angket hubungan sosial untuk mengetahui perkembangan sosial dengan teman sebaya. Untuk mengetahui kondisi fisik peserta didik dapat dengan angket, wawancara dan pengamatan kesehatan. Data kebutuhan siswa yang sudah diperoleh merupakan dasar penyusunan program BK. Materi tentang penyusunan intrumen analisis kebutuhan peserta didik dan menyusun program BK akan dibahas pada mata diklat khusus. b. Pelaksanaan Layanan / Kegiatan Pendukung Penyelenggaraan layanan adalah wujud nyata dari kegiatan pelayanan bimbingan BK terhadap peserta didik. Kegiatan layanan yang dilaksanakan hendaknya bertolak dari kebutuhan peserta didik. Karena Layanan BK berorientasi pada permasalahan dan perkembangan siswa secara individual maka program satuan layanan itu hendaklah meletakkan aspek-aspek individual peserta didik sebagai fokus kegiatan. Sebagai wujud pelayanan kebutuhan peserta didik dalam mengoptimalkan perkembangan fisik, psikis, dan perilaku, seyogyanya layanan yang dilaksanakan mengembang fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan, dan pemeliharaan dan pengembangan. Fungsi pemahaman bertujuan agar peserta didik memperoleh sejumlah informasi dan pemahaman tentang perkembangan fisik, psikis, dan perilaku. Misalnya, pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik dan sosial. Fungsi pencegahan bertujuan agar peserta didik terhindar dari masalah yang mungkin timbul berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis, dan perilaku. Misalnya, layanan informasi, bimbingan kelompok, dan penguasaan konten tentang mengendalikan emosi, upaya hidup sehat. Fungsi pengentasan bertujuan membantu peserta didik mengentaskan masalah yang dihadapi berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis, dan perilakunya. Misalnya, siswa yang menghadapi masalah rendah diri karena kulit tubuhnya hitam, diberi layanan konseling individual maupun kelompok. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan adalah fungsi bimbingan yang mengarahkan terpeliharanya dan terkembangkannya potensi peserta didik dari aspek fisik, psikhis, dan perilaku. Misalnya siswa yang memiliki fisik tinggi dan kekar, diberi layanan penempatan dan penyaluran untuk memilih kegiatan yang mengutamakan fisik. Siswa yang penglihatannya kurang diberi layanan penempatan dan penyaluran dalam posisi duduk di kelas yang memungkinkan ia dapat melihat dengan lebih baik. Kecuali melaksanakan layanan, guru BK dapat melakukan kegiatan pendukung instrumentasi untuk mengetahui perkembangan fisik dan psikhis, alih tangan kasus jika ada siswa yang mengalami gangguan fisik parah dan menghambat belajar,dan kunjungan rumah untuk mengetahui data peserta didik selama di lingkungan tempat tinggal. c. Mengembangakan materi. Materi atau topik bimbingan konseling yang dikembangkan di SMP atau SMA/SMK perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dari aspek fisik, psikis, perilaku, dan sosial. Pengembangan materi tersebut telah dikelompokkan dalam 4 bidang yaitu bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. Materi layanan pengembangan fisik peserta didik dapat dijabarkan dalam bidang pribadi yaitu tugas perkembangan masa remaja awal dan menyesuaikan diri dengan perkembangan fisik dan psikis pada masa remaja. Materi bidang sosial, misalnya tata krama hubungan sosial di sekolah, keluarga, dan masyarakat, norma-norma kehidupan, dan tata tertib sekolah. Materi bidang belajar contohnya adalah belajar efektif sesuai potensi diri, belajar kelompok, dan sikap dan kebiasaan belajar sesuai kondisi fisik dan psikis. Materi bidang karir misalnya pilihan karir sesuai potensi fisik dan psikis, kursus-kursus pengembangan bakat, dan pilihan latihan karir. d. Kegiatan pelayanan konseling. Uraian kegiatan dalam pelaksanaan layanan perlu memperhatikan karakteristik perkembangan fisik, psikologis, dan perilaku peserta didik. Misalnya, dalam proses layanan dilaksanakan metode diskusi untuk mengembangkan kemampuan sosial, memilih tempat duduk sesuai dengan pertumbuhan siswa SMP atau SMA/SMK, menumbuhkan kepercayaan diri dengan memberi kesempatan peserta didik mengeksplorasi diri, memberi penghargaan atau penguatan kepada peserta didik untuk membangun harga diri dan bersaing positif peserta didik. C. Latihan 1. Sebagai guru BK, bagaimana cara anda mengetahui perkembangan fisik dan psikis peserta didik? 2. Sebagai guru BK, apa yang akan anda lakukan agar peserta didik terhindar dari masalah perkembangan fisik? 3. Buatlah 3 topik bimbingan dan konseling yang memfasilitasi perkembangan sosial peserta didik! 4. Sebagai guru BK, apa yang akan anda lakukan jika menemui peserta didik yang selalu menunjukkan ekspresi marah?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes