kEGIATAN

Rabu, 12 Mei 2010

PSB MTs AL KARIMI 1

Profil Al Karimi

Lembaga Pendidikan dalam naunga Pondok Pesantren Al Karimi secara historis berawal dari kirah ulama’ besar KH. Abdul Karim yang berdisili di Desa Tebuwung Dukun Gresik. Seagai seorang ulama’ besar beliaiu mempunyai VIsi dan Misi ked pa untuk mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan sebagai kawah candradimuka kader Islami yang pada saat itu memang belumada lebaga pendidikan Islami da derah tersebut.dari lembaga Pondok Pesantren degan ola pembeajaran salfiyah selama beberapa decade, pewaris tahta kepesantrenan Al Karimi mengamodasikan kepentngan masa depan asyarakat dengan mendirikan lembaga formal diantaranya sebga berikut :

a. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Raudlotul Atfal ( RA ) Al Karimi

Visi Dan Misi PAUD Dan RA 54 Muslimat Al Karimi

Visi : Terwujudnya anak didik yang agamis,cerdas, kreatif, dan Berakhlakul Karimah

Misi : Mimbiasakan Anak berprlaku sopan sesuai dengan rukun iman dan Islam,kreatif, bersahaja, ceria serta Tawadlu’

Syarat pendaftaran

Kelompok bermain 12 Al Karimi

Ä Berusia berusia 3-4 tahun

Ä Mengisi formulir pendaftaran

Ä Foto Copy Akte Kelahiran

RA 54 Al Karimi

Ä Berusia 4-6 Tahun

Ä Mengisi Formulir Foto Copy Akte kelahiran

b. Madrasah Ibtida’iyah Al Karimi ( MI )

Visi Dan Misi MI Al Karimi

Visi : menjadi madrasah yang unggul dalam prestasi berdasarkan Iman dan Tqwa

Misi :

ü Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajran agama Islam dan budaya bangsa

ü Mencetak lulusan yang memiliki kesalehan pribadi, social, cendikia, serta memiliki komitmen kebangsaan, kemanusian dan keberadaban.

Syarat pendaftran

Ä Mengisi formulir pendaftaran

Ä Foto Copy STTB TK/RA ( 2 LB )

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 3 lembar )

Ä Foto Copy Akte Kelahiran (2 lbr )

c. Madrasah Tsanawiyah Al Karimi I (MTs )

MTs. Al Karimi I pada Tahun Ajaran 2010-2011 ini membuka PROGRAM UNGGULAN dengan porsi pembelajaran yang lebih intesif. Dikemas dalam sistem akademik yang dapat merangkum kurikulum nasional berbasis pesantren ditunjang muatan lokal prospektif sebagai wujud Madrasah Standar Nasional menuju Madrasah Berstandar Internasional (MBI) yang tetap membumi dengan kondisi masyarakat. Hal tersebut sebagai usaha sadar dalam memahami kebutuhan siswa sebagai subyek pembelajaran dengan tetap mempertimbangkan batas kemampuan pembiayaan masyarakat didik yang tetap menginginkan pendidikan berkualitas dengan pembiayaan terjangkau.

Syarat Pendaftaran

Ä Mengisi Formulir pendaftaran

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 5 Lembar )

Ä Foto Copy STTB SD/MI ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy nilai UASBN SD/MI ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy Kartu NISN / surat keterangan dari Sekolah

Ä Biaya pengambilan formulir Rp. 20.000,-

d. SMP Ma’arif Al Karimi

Menjadi sekolah yang berkualitas dalam membentuk insane Cedekia yang Agamis,berilmu dan beraklaqul karimah

Syarat Pendaftaran

Ä Mengisi Formulir pendaftaran

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 5 Lembar )

Ä Foto Copy STTB SD/MI ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy nilai UASBN SD/MI ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy Kartu NISN / surat keterangan dari Sekolah

Ä Biaya pengambilan formulir Rp. 20.000,-

e. MA Al Karimi

MA Al Karimi memberikan layanan pendidikan kepada Masyarkat dengan menggunakan kurikulum KTSP yang disesuaikan dengan kondisi PP Al Karimi dengan tujuan Mencetak Siswa-Siswi yang cerdas dalam berfikir mantap dalam beragama dan mempunyai wawsan global.

Syarat Pendaftaran

Ä Mengisi Formulir pendaftaran

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 5 Lembar )

Ä Foto Copy STTB MTs/SMP ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy nilai UASBN MTs/SMP ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy Kartu NISN / surat keterangan dari Sekolah

Ä Biaya pengambilan formulir Rp. 25.000,-

f. SMA Al Karimi

Visi Dan Misi

BERPRESTASI, MANDIRI, BERIMAN DAN BERAKHAQUL KARIMAH

MENCETAK GENERASI BERPRESTASI, BERKREASI, AGAMIS DAN NASIONALIS.

Syarat Pendaftaran

Ä Mengisi Formulir pendaftaran

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 5 Lembar )

Ä Foto Copy STTB MTs/SMP ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy nilai UASBN MTs/SMP ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy Kartu NISN / surat keterangan dari Sekolah

Ä Biaya pengambilan formulir Rp. 25.000,-

g. Tempat Pendaftaran

Tempat pendaftaran di secretariat pendaftaran siswa baru YPP Al Karimi Tebuwung Dukun Gresik, mulai :

ü Gelombang I : mulai 19 Mei 2010 – 26 Juni 2010

ü Gelombang II :mulai 28 Juni 2010 – 09 Juli 2010

Pagi : 07 : 30 – 11 : 00 WIB

Siang : 13 : 00 – 16 : 00 WIB

h. Fasilitas

Gedung milik sendiri

Ä Lapangan olah raga

Ä Lab Bahasa

Ä Lab Komputer

Ä Lab Multimedia

Ä Lab IPA

i. Ekstrakurikuler

1. Pramuka

2. Muhadhoroh

3. Teater

4. Drum Band

5. Olah Raga

6. Seni Baca Al Qur’an

7. PMR

8. English Course

9. Computer Study Club

10. Qosidah Rebana dan Modern

11. Sholawat Al Banjari

12. Band

SEKILAS INFO

  1. Bagi pendaftar peringkat pertama di sekolah asal bebas Daftar Ulang ( dibuktikan dengan foto copy Raport dan surat keterangan dari kepala sekolah / Madrasah)
  2. Bagi pendaftar SMP,MA,SMA diadakan Tes Akademik meliputi IPA Terpadu, IPS Terpadu,Bahasa Indonesia, Matematika dan pendidikan Agama yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2010 jam 7 pagi sampai selesai
  3. Model seragam ditentukan madrasah atau sekolah
  4. Hal hal yang kurang jelas dapat ditanyakan di tempat pendaftaran.

1
PERAN TASAWWUF DALAM ISLAMISASI INDONESIA
Oleh
NN*
Islamisasi Indonesia terjadi pada saat tasawuf1 menjadi corak pemikiran dominan di
dunia Islam. Umumnya, sejarawan Indonesia mengemukakan bahwa meskipun Islam telah
datang ke Indonesia sejak abad ke-8 M., namun sejak abad ke-13 M. mulai berkembang
kelompok-kelompok masyarakat Islam. Hal ini bersamaan dengan periode perkembangan
organisasi-organisasi thariqat2. Agaknya hal ini yang menyebabkan kuat dan
berkembangnya ajaran tasawwuf dengan organisasi thariqatnya di Indonesia. Dapat
dikatakan bahwa sukses dari penyebaran Islam di Indonesia berkat aktivitas para pemimpin
thariqat. Tidak dapat disangkal bahwa Islam di Indonesia adalah islam versi tasawauf3.
Tasawuf dan thariqat pernah menjadi kekuatan politik di Indonesia. Tasawuf dan
thariqat mempunyai peranan yang penting memperkuat posisi Islam dalam negara dan
masyarakat, serta pengembangan lingkungan masyarakat lebih luas. Beberapa peran itu di
antaranya: 1. peranan sebagai faktor pembentuk dan mode fungsi negara. 2. Sebaga
petunjuk beberapa jalan hidup pembangunan masyarakat dan ekonomi, dan 3. Sebagai
benteng pertahanan menghadapi kolonialisasi Eropa.4 Peran tasaawwuf dan thariqat yang
lebih menonjol adalah di bidang politik. Menurut Sartono Kartodirjo, thariqat pada abad
ke-19 M., menunjukkan peranan penting, berkembang menjadi golongan kebangkitan
paling dominan. Walaupun pada mulanya thariqat merupakan gerakan kebangkitan agama,
thariqat berangsur menjadi kekuatan politik keagamaan, bahkan menjadi alat paling efektif
untuk mengorganisasikan gerakan keagamaan dan doktrinisasi cita-cita kebangkitan
kembali.5
1 Tasawuf merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari cara seseorang barada sedekat mungkin dengan Allah swt. Kaum orientaalis
Barat, menyebutnya sufisme, dan bagi meraka kata sufisme khusus untuk mistisme dalam Islam. Lihat : Harun Nasution. Falsafat dan
Mistisme dalam Islam (Jakarta : Bulan Bintang, 1973), hlm, 56.
2 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren, (Jakarta : LP3S. 1985), hlm, 140. Thariqat berarti jalan raya (road) atau jalan kecil (gang,
path). Kata thariqat secara bahasa dapat juga berarti metode, yaitu cara yang khusus mencapai tujuan. Secara terminologi, istilah kata
thariqat bersarti jalan yang harus ditempuh oleh seorang sufi dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Kemudian digunakan untuk
menunjuk suatau metode psikologi moral untuk membimbing seseorang mengenal Tuhan. Lihat Mirce Aliade (ed.) The Encyclopedia of
Islam (New York: Macmilan Publishing Co., 1987). Vol. 4, hlm. 342.
3 Karel A. Steenbrink, Beberapa Aspek Islam di Indonesia Abad ke -19 (Jakarta: Bulan Bintang, 1984), hlm. 173.
4 Johan H. Meuleman, “The Role of Islam in Indonesian and Algerian History; .A Comparative Analysis”, Makalah. (t,t.,th.), hlm, 4-5;
bandingkan dengan G.W.J. Drewes, New Light on the Coming of Islam to Indonesia, BKI, (Brigdragen tot de taal-,land- en -volkunde),
.s-Gravenhage-Martinus Nijhoff, 1968.
5 Sartono Kartodirdjo, Pemberontakan Petani Banten 1888. (Jakarta: Pustaka Jaya, 1984), hlm.211-225.
2
Hal yang wajar apabila dalam perkembangan dakwah Islam selanjutnya6 tasawwuf
dan thariqat mempunyai pengaruh besar dalam berbagai kehidupan sosial, budaya dan
pendidikan yang banyak tergambar dalam dinamika dunia pesantren (pondok).7 Pada
umumnya tradisi pesantren bernafaskan sufistik, karena banyak ulama berafiliasi dengan
thariqat. Mereka mengajarkan kepada pengikutnya amalan sufistik.8 Kondisi semacam ini
mempermudah tumbuh dan berkembangnya organisasi-organisasi thariqat yang
berkembang di duinia Islam. Di Indonesia banyak sekali thariqat yang berkembang dan
tersebar di berbagai daerah.9 Abubakar Aceh menyebutkan, di Indonesia terdapat sekitar
41 ajaran thariqat.10 Sedangkan Nahdhatul Ulama (NU) melalui Jam’iyah Thariqat
Mu’tabaroh Al-Nahdhiyyah-nya(11)11 mengatakan, jumlah thariqat di Indonesia yang
diakui keabsahannya (mu’tabaroh) sampai saat ini ada 46 thariqat.12 Hal ini menunjukkan
thariqat yang berkembang di Indonesia, bahkan di dunia Islam banyak sekali jumlahnya.
Asy-Sya’rani, dalam Mizan al-Kubra, misalnya, menyebutkan bahwa jumlah thariqat
dalam syari’at Nabi Muhammad saw., terdapat 360 jenis thariqat.13 Hal ini dimungkinkan
karena, sebagaimana akan dilihat nanti, thariqat adalah cara mendekatkan diri kepada
Alloh swt., sekaligus merupakan amalan keutamaan (fadho’il al-‘amal) dengan tujuan
memperoleh rahmat Alloh swt. Di antara thariqat-thariqat yang berkembang di Indonesia
6 Lihat Zamakhsyari Dhofier, “Pesantren dan Thoriqot” dalam Jurnal Dialog,”Sufisme di Indonesia” (Jakarta: Balitbang Agama,
Departemen Agama RI, Maret 1978), hlm. 9-22.
7 Lembaga tersebut adalah nama untuk tempat santri atau siswa belajar mengaji. Lihat Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), hlm. 677.
8 Martin van Bruinessen, Kitab Kuning: Pesantren dan Thariqat (Bandung: Mizan, 1955), hlm. 20.
9 Ada dua bentuk thoriqot yang berkembang di Indonesia: thariqat lokal, yakni ajaran thariqat yang didasarkan pada amalan-amalan
guru tertentu seperti Thariqat Wahidiyah di Jawa Timur, dan thariqat yang merupakan cabang dari gerakan sufi internasional seperti
gerakan tarikat Qadiriyah, dan Naqsabadiyah, lihat Martin Van Bruinessen. Thariqat Naqsabandiyah di Indonesia (Bandung: Mizan,
1992), hlm. 16.
10 Abu Bakar Aceh, PengantarIlmu Thariqat (Solo: Ramadani, 1992), hlm. 303; lihat juga Fu’ad Su’adi, Hakikat Thariqat
Naqsabandiyah (Jakarta: Pustaka al-Husna, 1993), hlm. 12.
11 Jam’iyah tersebut merupakan lembaga otonom di kalangan Nahdatul Ulama yang membidangi masalah thariqat.
12 Lihat Idaroh ‘Aliyah Thariqah Mutabarah Nahdiyah (Semarang: Toha Putra, t.th), hlm. 37.
13 Lihat al-Sya’rani. Mizan al-Kubra ( Mesir: dar al-Ma’riah, 1343 H.), juz I. hlm. 30.
3
yang merupakan cabang dari gerakan sufi internasional adalah Thariqat Qadiriyah yang
didirikan oleh Syekh Abd al-Qadir al-Jailani (470-561 H.), Thariqat Naqsabandiyah
didirikan oleh Baha’ Naqsaband al-Bukhori (717-791 H.), Thariqat Syaziliyah yang
didirikan oleh Abu al-Hasan al-Syazili yang berasal dari Syaziliyah, Tunisia, (w. 686 H.),
Thariqat Rifa’iyah yang didirikan oleh Syeh Akhmad al-Rifa’i (W. 578 H.), Thariqat
Suhrawardiyah yang didirikan oleh Abu Najib al-Suhrawardi (490-565 H.), dan Thariqat
Tijaniyah.
Tijaniyah adalah nama yang dinisbahkan kepada Syeh Abu al-Abbas Ahmad Ibn
Muhammad at-Tijani yang lahir pada tahun 1150 H., di ‘Ain Madi Aljazair, dari pihak
ayahnya keturunan Hasan Ibn Ali Ibn Abi Thalib14, sedangkan kata At-Tijani diambil dari
suku yang bernama Tijanah dari pihak ibu.
Syekh Ahmad at-Tijani dikenal di dunia Islam melalui ajaran thariqatnya yang
sampai sekarang tersebar di 18 negara di antaranya: Kerajaan Maroko, Pakistan, Tunisia,
Mauritania, Sinegal, Perancis, Amerika, Cina dan Indonesia.15 Tharikat Tijaniyah masuk
ke Indonesia pada awal abad ke-20 M.,16 pada masa awal kehadirannya, penyebaran
thariqat Tijaniyah terpusat di Cimahi Bandung yang dikembangkan oleh Syekh Usman
Dhamiri,17 di Cirebon dikembangkan dari Pesantren Buntet melalui K.H. Anas dan K.H.
Abbas,18 di Probolinggo Jawa Timur dikembangkan melalui K.H. Khazin Syamsul
Mu’in,19 di Madura oleh K.H. Jauhari Khatib,20 dan di Garut dikembangkan oleh K.H.
Badruzzaman.
Sampai sekarang ajaran tarikat Tijaniyah telah berkembang di beberapa provinsi di
Indonesia di antaranya: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, NTT,
Kalimantan, Lampung dan Sulawesi. Khusus di Jawa Barat tarikat Tijaniyah telah
menembus hampir ke seluruh kabupaten atau kota.
14 Sejarah hidup Syekh Ahmad at-Tijani terbagi dalam beberapa periode: (1) kanak-kanak (sejak lahir (1150 M) - usia 7 tahun, (2)
periode menuntut ilmu (usia 7 tahun - belasan tahun, (3) periode sufi (usia 21 - 31 tahun), (4) periode al-Fath al-Akbar (tahun 1196 H.)
dan (5) periode pengangkatan sebagai wali al-khatm (tahun 1214 H.). Pada bulan Muharam 1214 H. mencapai alQuthbaniyal al-Udzma,
dan pada tanggal 18 Shafar 1214 H. mencapai wali al-Khotmul wal-Maktum. Lihat A. Fauzan Fathullah, Sayyidul Auliya; Biografi
Syekh Ahmad at-Tijani dan Thoriqoh at-Tijaniyyah (Pasuruan: t.pn), 1985 hlm. 52-64, lihat juga Ikyan Badruzzaman, Syekh Ahmad at-
Tijani dan Perkembangan Thoriqot Tijaniyyah di Indonensia (Garut: Zawiyyah Thoriqot Tijaniyyah, 2007), hlm. 7).
15 Pada tanggal 23 Desember 1985, di Maroko diselenggarakan Muktamar Thariqat Tijaniyah dan dihadiri utusan dari 16 negara,
termasuk utusan dari Indonesia yang diwakili oleh K.H. Baidhowi (sesepuh muqoddam = pemuka thariqat Tijaniyah Indonesia) dan
K.H Badri Masduqi (Muqoddam Thariqat Tijaniyah, Probolinggo).
16 G.F. Pijper menyebutkan bahwa thariqat Tijaniyah muncul di Pulau Jawa pada tahun 1928 M., lihat G.F. Pijper, Fragmenta Islamica;
Beberapa Studi Mengenai Sejarah Islam di Indonesia Awal Abad XX (Jakarta: UI-Press, 1980), hlm. 81-82.
17 Ia adalah ulama dari Cimahi Bandung dan diangkat sebagai muqaddam oleh syekh ‘Ali bin ‘Abdulah al-Thayyib.
18 Ia adalah muqaddam thariqat Tijaniyah Pesantren Buntet, Cirebon.
19 Pendiri pondok pesantern Nahdatuth Thalibin, Blado Wetan, Probolinggo.
20 Pendiripondok Pesantren al-Amin, Madura.
4
Ada tiga jenis wirid tarekat Tijaniyah yakni: wirid lazimah, wirid wadzifah, dan wirid
hailalah. Secara umum tiga jenis wirid ini mengembangkan metode istigfar, shalawat, dan
dzikir. Metode istighfar dimaksudkan untuk membangun kesadaran insaniyah, tentang
bahayanya perbuatan maksiat yang menimbulkan dosa. Metode shalawat dimaksudkan
untuk membangun kesadaran pentingnya memiliki idola (uswatun hasanah) dalam
melakukan taqorub kepada Allah swt. Sedangkan metode dzikir membangun saluran
langsung rahmat Allah swt.
Buku yang ada di hadapan pembaca ini berjudul Mengapa Kita Harus Berdzikir;
Dzikir-dzikir Tijaniyyah merupakan karya seorang sosiolog yang sudah barang tentu
penyajian materi dzikir dan amalan thariqat Tijaniyah disampaikan secara sederhana sesuai
dengan kondisi pemahaman masyarakat umum. Tentu saja buku ini merupakan sumbangan
berharga terhadap upaya sosialisasi pendahuluan dalam memahami ajaran dzikir dalam
kaitan dengan ajaran tarekat Tijaniyah.
Wallahul Muwafiq ilaa aqwaamiththariq.
Wassalamu ‘alikum wr. Wb.
Zawiyah Tarekat Tijaniyah, Garut, Shafar 1428 H./ Maret 2008
*Syekh Zawiyah Tarekat Tijaniyah, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

psb

Profil Al Karimi

Lembaga Pendidikan dalam naunga Pondok Pesantren Al Karimi secara historis berawal dari kirah ulama’ besar KH. Abdul Karim yang berdisili di Desa Tebuwung Dukun Gresik. Seagai seorang ulama’ besar beliaiu mempunyai VIsi dan Misi ked pa untuk mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan sebagai kawah candradimuka kader Islami yang pada saat itu memang belumada lebaga pendidikan Islami da derah tersebut.dari lembaga Pondok Pesantren degan ola pembeajaran salfiyah selama beberapa decade, pewaris tahta kepesantrenan Al Karimi mengamodasikan kepentngan masa depan asyarakat dengan mendirikan lembaga formal diantaranya sebga berikut :

a. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Raudlotul Atfal ( RA ) Al Karimi

Visi Dan Misi PAUD Dan RA 54 Muslimat Al Karimi

Visi : Terwujudnya anak didik yang agamis,cerdas, kreatif, dan Berakhlakul Karimah

Misi : Mimbiasakan Anak berprlaku sopan sesuai dengan rukun iman dan Islam,kreatif, bersahaja, ceria serta Tawadlu’

Syarat pendaftaran

Kelompok bermain 12 Al Karimi

Ä Berusia berusia 3-4 tahun

Ä Mengisi formulir pendaftaran

Ä Foto Copy Akte Kelahiran

RA 54 Al Karimi

Ä Berusia 4-6 Tahun

Ä Mengisi Formulir Foto Copy Akte kelahiran

b. Madrasah Ibtida’iyah Al Karimi ( MI )

Visi Dan Misi MI Al Karimi

Visi : menjadi madrasah yang unggul dalam prestasi berdasarkan Iman dan Tqwa

Misi :

ü Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajran agama Islam dan budaya bangsa

ü Mencetak lulusan yang memiliki kesalehan pribadi, social, cendikia, serta memiliki komitmen kebangsaan, kemanusian dan keberadaban.

Syarat pendaftran

Ä Mengisi formulir pendaftaran

Ä Foto Copy STTB TK/RA ( 2 LB )

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 3 lembar )

Ä Foto Copy Akte Kelahiran (2 lbr )

c. Madrasah Tsanawiyah Al Karimi I (MTs )

MTs. Al Karimi I pada Tahun Ajaran 2010-2011 ini membuka PROGRAM UNGGULAN dengan porsi pembelajaran yang lebih intesif. Dikemas dalam sistem akademik yang dapat merangkum kurikulum nasional berbasis pesantren ditunjang muatan lokal prospektif sebagai wujud Madrasah Standar Nasional menuju Madrasah Berstandar Internasional (MBI) yang tetap membumi dengan kondisi masyarakat. Hal tersebut sebagai usaha sadar dalam memahami kebutuhan siswa sebagai subyek pembelajaran dengan tetap mempertimbangkan batas kemampuan pembiayaan masyarakat didik yang tetap menginginkan pendidikan berkualitas dengan pembiayaan terjangkau.

Syarat Pendaftaran

Ä Mengisi Formulir pendaftaran

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 5 Lembar )

Ä Foto Copy STTB SD/MI ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy nilai UASBN SD/MI ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy Kartu NISN / surat keterangan dari Sekolah

Ä Biaya pengambilan formulir Rp. 20.000,-

d. SMP Ma’arif Al Karimi

Menjadi sekolah yang berkualitas dalam membentuk insane Cedekia yang Agamis,berilmu dan beraklaqul karimah

Syarat Pendaftaran

Ä Mengisi Formulir pendaftaran

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 5 Lembar )

Ä Foto Copy STTB SD/MI ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy nilai UASBN SD/MI ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy Kartu NISN / surat keterangan dari Sekolah

Ä Biaya pengambilan formulir Rp. 20.000,-

e. MA Al Karimi

MA Al Karimi memberikan layanan pendidikan kepada Masyarkat dengan menggunakan kurikulum KTSP yang disesuaikan dengan kondisi PP Al Karimi dengan tujuan Mencetak Siswa-Siswi yang cerdas dalam berfikir mantap dalam beragama dan mempunyai wawsan global.

Syarat Pendaftaran

Ä Mengisi Formulir pendaftaran

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 5 Lembar )

Ä Foto Copy STTB MTs/SMP ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy nilai UASBN MTs/SMP ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy Kartu NISN / surat keterangan dari Sekolah

Ä Biaya pengambilan formulir Rp. 25.000,-

f. SMA Al Karimi

Visi Dan Misi

BERPRESTASI, MANDIRI, BERIMAN DAN BERAKHAQUL KARIMAH

MENCETAK GENERASI BERPRESTASI, BERKREASI, AGAMIS DAN NASIONALIS.

Syarat Pendaftaran

Ä Mengisi Formulir pendaftaran

Ä Pas Photo 3 X 4 ( 5 Lembar )

Ä Foto Copy STTB MTs/SMP ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy nilai UASBN MTs/SMP ( 2 Lembar )

Ä Foto Copy Kartu NISN / surat keterangan dari Sekolah

Ä Biaya pengambilan formulir Rp. 25.000,-

g. Tempat Pendaftaran

Tempat pendaftaran di secretariat pendaftaran siswa baru YPP Al Karimi Tebuwung Dukun Gresik, mulai :

ü Gelombang I : mulai 19 Mei 2010 – 26 Juni 2010

ü Gelombang II :mulai 28 Juni 2010 – 09 Juli 2010

Pagi : 07 : 30 – 11 : 00 WIB

Siang : 13 : 00 – 16 : 00 WIB

h. Fasilitas

SEKILAS INFO

Ä Bagi pendaftar peringkat pertama di sekolah asal bebas Daftar Ulang ( dibuktikan dengan foto copy Raport dan surat keterangan dari kepala sekolah / Madrasah)

Ä Bagi pendaftar SMP,MA,SMA diadakan Tes Akademik meliputi IPA Terpadu, IPS Terpadu,Bahasa Indonesia, Matematika dan pendidikan Agama yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2010 jam 7 pagi sampai selesai

Ä Model seragam ditentukan madrasah atau sekolah

Ä Hal hal yang kurang jelas dapat ditanyakan di tempat pendaftaran.


Ä Lapangan olah raga

Ä Lab Bahasa

Ä Lab Komputer

Ä Lab Multimedia

Ä Lab IPA

i. Ekstrakurikuler

1. Pramuka

2. Muhadhoroh

3. Teater

4. Drum Band

5. Olah Raga

6. Seni Baca Al Qur’an

7. PMR

8. English Course

9. Computer Study Club

10. Qosidah Rebana dan Modern

11. Sholawat Al Banjari

12. Band


Senin, 22 Februari 2010

bimbingan

Setiap Orang Butuh Bimbingan

Di zaman mudanya, konon Ronggowarsito yang punya nama asli Bagus Burham itu dikenal seorang anak muda dari kelas sosial atas yang nakalnya minta ampun. Karena nakal itulah sang ayah mengirim Ronggo didampingi seorang emban Ki Tanujoyo ke seorang tokoh masyarakat berpengaruh pada zaman itu, yaitu Kyai Imam Besari, di daerah Tegalsari Ponorogo Jawa Timur untuk berguru. Setelah beberapa bulan di situ, ternyata Ronggowarsito tidak banyak berubah bahkan uang 500 real untuk modal belajar dan dua kudanya dijual untuk judi.

Ki Tanujoyo dinilai terlalu lemah oleh Kyai Imam Besari yang selalu meng-iya-kan keinginan Ronggowarsito. Akhirnya mereka secara diam-diam meninggalkan Tegalsari menuju tempat yang jauh. Mendengar berita ini ayah Ronggowarsito memohon agar Kyai Imam Besar ikut membantu mencari dimana Ronggowarsito berada. Sampai akhirnya ditemukan dan dibawa lagi ke Tegalsari, saat itulah Kyai Imam Besar konon marah besar kepada Ronggo yang punya tabiat tidak baik di samping prestasi akademiknya jatuh.

Setelah dimarahi-langsung oleh Sang Kyai, Ronggowarsito mulai berubah bahkan konon sampai membuat banyak orang kagum atas sedemikian dahsyat perkembangan intelektual / prestasi akademik yang dicapai. Itulah bagian awal perjalanan Ronggowarsito menjadi seorang pujangga, pejabat keraton, intelektual, dan bahkan dalam sejarahnya banyak murid-murid Ronggowarsito yang datang dari luar negeri yang bisa disebut nama-namanya antara lain: C.F Winter, Jonas Portier, CH Dowing atau Jansen dan lain-lain.

Ada kemungkinan besar sekali bahwa dalam praktek hidup, proses yang terjadi tidaklah se-otomatik seperti yang tertulis di dalam naskah di mana ada orang yang langsung berubah setelah dimarahi atau ditegur orang lain. Dalam kenyataan, proses belajar dan berubah ini ibaratnya proses tarik-ulur tambang kesadaran yang berkali-kali. Sudah pasti tidak semua orang punya cita-cita atau perjalanan hidup seperti Ronggowarsito atau Soekarno yang berguru pada Cokroaminoto atau tokoh-tokoh sekarang yang dulunya adalah murid khusus M. Natsir, namun kalau tradisi ini malah bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan diri kita, mengapa tidak dilakukan saja? Apakah kebutuhan untuk berguru terhadap pembimbing pribadi ini tidak bisa dipenuhi dari pendidikan formal yang sudah ada? Pada bagian tertentu jelas sudah bisa dipenuhi tetapi hal mendasar yang mesti kita sadari tentang pendidikan formal / non-formal adalah sistemnya yang sudah sejak awal dirancang untuk kebutuhan orang banyak (generic) dan sudah dipatok harus memenuhi kebenaran-metodelogis tertentu yang sudah dilegalkan. Di sisi lain meskipun kita sebagai manusia memiliki kesamaan tetapi secara pribadi kita memiliki keunikan tersendiri yang membutuhkan model sentuhan yang berbeda.

Manfaat Belajar dari Pembimbing Pribadi

Mengapa kita membutuhkan pembimbing pribadi ? ada beberapa alasan yang dapat kita lihat bersama:

a. Belajar dari kesalahan masa lalu

Satu dari sekian alasan mengapa kita butuh pembimbing pribadi adalah bahwa pengalaman dan wawasan mereka, merupakan pelajaran amat bernilai, dalam mengantisipasi terulangnya kesalahan yang mungkin akan kita lakukan, jika kita tidak belajar dari kesalahan atau kegagalan mereka. Namun dalam praktek hidup sehari-hari menunjukkan sebuah kebiasaan bahwa amat jarang orang mau membagikan sesuatu yang berharga bagi dirinya, apalagi jika hanya sekedar "kenal" dan "tahu sama tahu" walaupun orang itu secara struktural menjadi atasan kita dan setiap hari bertemu.

Dalam pekerjaan (di kantor) sehari-hari, ada fakta umum yang mudah kita temukan bahwa sebanyak apapun pengetahuan kita tentang pekerjaan tertentu, namun ketika sampai pada pelaksanaannya, tetap saja ada hal-hal tertentu yang belum kita ketahui. Sebaliknya, sesederhana apapun pekerjaan yang kita lakukan, tetapi jika dikerjakan dengan sepenuh hati dan dengan segenap kreativitas demi mencapai hasil yang terbaik, maka kita seringkali menemukan pengetahuan dan pemahaman baru (insight and understanding, knowledge and awareness).

Kenyataan demikian mengkonfirmasi pernyataan Bruce Lee bahwa hidup ini adalah sebuah sekolah. Kita perlu selalu berada dalam keadaan belajar, karena sekolah kehidupan terlebih dahulu memberikan ujian-ujian, baru kemudian materi pelajarannya. Oleh karena itu, "sharing knowledge", saling berbagi pengalaman satu orang dengan yang lain, akan memperkaya diri kita dengan berbagai materi dan pengalaman hidup orang lain sehingga kita bisa belajar mengantisipasi kesalahan dan kegagalan yang mungkin bisa terjadi dalam proses belajar menunju kemajuan.

b. Merobohkan tembok mental dan persepsi diri yang keliru

Setiap orang cenderung pernah memiliki mispersepsi terhadap diri sendiri (misperception about self). Perasaan tidak mampu, tidak sanggup atau tidak bisa, belum tentu benar-benar disebabkan tiadanya kemampuan actual / kemampuan riil. Persepsi negative yang membuat kita ragu pada diri sendiri, tanpa disadari menjadi sebuah tembok, yang membatasi kemampuan, kesempatan dan kemajuan kita sendiri. Mahatma Gandhi mengatakan, orang tidak akan bisa mengalahkan tantangan di luar dirinya, sebelum mengalahkan tantangan (merobohkan tembok mental) di dalam dirinya.

Dalam seni kehidupan, faktor mental, fisik dan ketrampilan (skill) - ketiganya memiliki pengaruh yang signifikan, karena kalau yang satu terganggu maka yang lain biasanya ikut terganggu. Pernyataan Henry Ford yang terkenal "Baik anda berpikir bisa dan tidak bisa, keduanya benar." Berpikir tidak bisa akan membuat kita benar-benar tidak bisa (tidak mampu) meskipun pada hakekatnya kita punya kemampuan untuk bisa. Pengalaman Greg Phillips yang menggeluti bidang SDM juga berkesimpulan senada bahwa awal kemampuan seseorang meraih prestasi itu adalah kekuatan mental yang positif di mana seseorang meyakini kemampuannya lebih besar dibanding tantangan hidup yang dihadapi. Persepsi keliru terhadap diri sendiri, yang menghalangi pertumbuhan dan keberhasilan diri, membuat peran guru pembimbing menjadi amat berarti bagi kita.

Jim Rohn dari pengalamannya menggeluti bidang SDM menyimpulkan bahwa "man not lack of capacity but lack of teaching". Banyak hal yang semula kita simpulkan tidak bisa tetapi karena kita diajari oleh orang lain yang lebih dahulu menguasai dan menggeluti masalah itu, akhirnya kita mampu menjalaninya dengan baik. Kita sudah melihat kendala yang dialami pembimbing dan belajar dari kesalahan dan kebangkitan mereka -hingga dalam diri kita bisa tumbuh keyakinan, bahwa kita sendiri sesungguhnya mampu. Dan keyakinan ini lah yang akhirnya membuat kita benar-benar mencapai keberhasilan.

c. Meneguhkan keyakinan diri

Dalam praktek hidup banyak sekali yang membuktikan bahwa semua yang diciptakan Tuhan di dalam diri kita tidak main-main, alias sebuah materi yang kalau disentuh dengan pemberdayaan akan berguna bagi kita, termasuk misalnya saja rasa malu atau rasa takut. Padahal, keduanya kalau dibiarkan jelas bisa menghambat keinginan kita untuk maju. Tetapi kalau diberdayakan (baca: diolah menjadi energi positif), rasa malu bisa menjadi semacam pil penguat stamina mempertahankan komitmen pada usaha meraih keinginan.

Kebutuhan kita terhadap guru pembimbing diperlukan untuk membuat kita memahami diri sendiri (emosi dan persepsi) dan mengendalikan diri - atas dasar pemahaman yang lebih dalam terhadap diri sendiri. Sebab, kita seringkali masih perlu diingatkan bahwa emosi dan persepsi yang tidak tepat, dapat membuat kita bereaksi secara tidak tepat dan akhirnya menghambat kita melakukan tindakan yang positif, tepat dan sehat. Kita sering ragu dan takut melakukan sesuatu, hanya karena dikuasai ketakutan dan keraguan. Sebaliknya, ada pula yang tidak berpikir dalam dan panjang - tanpa pertimbangan dan emosional sehingga dapat melakukan tindakan nekat atau berbahaya. Untuk itu, keberadaan guru pembimbing menjadi sangat penting. Pepatah mengatakan: manusia sebenarnya tidak membutuhkan pengetahuan sebanyak kebutuhannya terhadap terhadap bimbingan dan peringatan / arahan.

Bagaimana Proses Belajar yang Efektif?

Siapa saja yang bisa kita jadikan guru pembimbing? Sesungguhnya, semua orang yang menurut kita memiliki nilai diri yang berkualitas dan pengalaman yang kompleks (baik pengalaman sukses maupun gagal), atau mereka yang terlebih dahulu berprestasi, dapat menjadi pembimbing kita. Sayangnya, keberadaan mereka di sekeliling kita pun tidak menjamin keberhasilan kita bertumbuh dan berkembang. Hal ini bukan disebabkan ketidakmauan sang pembimbing, namun bisa disebabkan ketidaktahuan diri sendiri akan apa yang benar-benar kita perlu pelajari dalam hidup ini. Untuk memahami apa yang menjadi kebutuhan belajar kita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Mempelajari nilai dan prinsip utama yang dituntut oleh profesi dan pekerjaan

Kita harus memahami nilai dan prinsip kerja yang diperuntukkan bagi kita, sesuai bidang kerja dan jabatan yang kita emban saat ini. Meminjam istilah Gardon Dryden & Dr. Jeannette Vos (Learning Revolution: 1999) isu besar itu dapat pula kita artikan dengan "prinsip utama" yang mengatur suatu pekerjaan. Prinsip dan nilai tersebut akan berbeda antara satu pekerjaan / peran dengan yang lainnya, dan berbeda industri - akan berbeda pula nilai serta prinsipnya. Oleh sebab itu, belajarlah dari pembimbing yang dapat membuat kita bercermin dan menemukan, apa yang masih harus kita lengkapi dan kembangkan, atau bahkan diubah - sesuai dengan tuntutan situasi kondisi kerja saat itu. Dari pembimbing, kita pun belajar bagaimana menghadapi masalah-masalah yang secara spesifik cenderung muncul dalam proses kerja sehari-hari. Kita harus mempelajari, prinsip dan nilai apakah yang perlu dipertahankan dan diperjuangkan, sehingga kita bisa survive dan sukses dalam bekerja.

2. Menetapkan batasan (setting boundaries and priorities)

Menentukan batasan-batasan yang harus kita ketahui dan pelajari, baik secara konseptual maupun praktek, agar kita dapat tahu apa yang diperlukan untuk mampu beradaptasi terhadap tuntutan pekerjaan (memfokuskan diri pada prioritas utama di dalam ruang lingkup pekerjaan, sehingga apa yang kita pelajari dan lakukan, lebih pasti, jelas dan relevan - bermanfaat bagi prestasi dan karir)

3. Menentukan siapa pembimbing yang tepat

Menentukan orang-orang tertentu yang menurut kita bisa memberikan informasi akurat berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya (pembimbing pribadi). Ibarat dalam perang, mendapatkan informasi dari sumber terpercaya diakui oleh Sun Tzu sebagai aset yang menentukan keberhasilan. Setelah itu, berusahalah menemukan dan menggunakan cara belajar yang paling sesuai dengan karakteristik sang guru pembimbing. Merujuk cara Einstein atau Dale Carnegie, bahwa sebagian dari prinsip utama berguru itu sesungguhnya dilakukan dengan memunculkan sebanyak mungkin tanda tanya di dalam diri murid - untuk kemudian sang murid lah yang harus mencari jawabannya sendiri. Atau, mengajukan pertanyaan dengan cara yang dikehendaki oleh guru dan lebih banyak menggunakan telinga untuk mendengarkan, karena mendengarkan adalah cara yang paling efektif untuk menarik perhatian sang guru.

4. Belajar sendiri - Learning by doing

Mengolah dan menjalankan sendiri - bukan menjiplak atau mengikuti secara mentah-mentah. Mengolah dan menjalankan sendiri setiap prosesnya, adalah dua faktor yang menurut pendapat Gib Atkin, membedakan knower dengan learner. Knower berarti, hanya sebatas tahu saja dan pengetahuan itu pun dipamahami sebagai sebuah konsep. Namun, learner adalah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan dan penggerak untuk menciptakan definisi diri serta berbagai penemuan yang baru (new person, new experiences, new discoveries).

Kalau kita sampai hari ini belum menemukan guru manusia yang sesuai, maka guru yang terdekat dan paling mudah ditemui adalah dengan membaca buku dan mempraktekkannya, baik di lingkungan kerja maupun di dimensi lain dalam kehidupan. Dengan demikian, kita selalu memperbaharui dan mengembangkan self-knowledge, atau pemahaman diri, sehingga akhirnya, setiap hari kita menjadi orang baru. Semoga bermanfaat!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes